Tampilkan postingan dengan label Taman Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman Cerita. Tampilkan semua postingan

05 Juli 2009

Sindrom 25

3 komentar

Mungkin inilah yang dinamakan sindrom umur 25 tahun.

Untuk perempuan yang akan atau telah memasuki umur seperempat abad.


Sudah seringkali saya membaca status Facebook teman-teman perempuan sebaya saya yang berbunyi:

"Datang ke acara keluarga, pasti itu terus pertanyaannya..."

"Bulan ini musim nikah.. Aku kapan???"

...dan status sejenisnya.


Saya yang membaca ini pun jadi geleng-geleng kepala, karena saya pernah membaca 10 status yang artinya sama, yang ditulis oleh teman yang berbeda, pada hari yang sama.

Seperti janjian dulu menulis status ini.


Sudah betapa ngebetnya mereka-mereka menikah ya...

SAMA SEPERTI SAYA!!!

sengihnampakgigi


Entahlah.

Pertanyaan tentang pernikahan ini memang makin menganggu dan mengelilingi kehidupan saya beberapa bulan terakhir ini


Kalau itu dilontarkan dari mulut seorang teman, atau saudara,

Ah, masa bodo!!!


Masalahnya, pertanyaan ini datang dari mulut ibu saya sendiri bising

"Kapan perkenalan???"

"Kapan dilamar??",

terkadang sambil menyebut nama seorang tante (baik adik kandungnya atau tante "tetangga" dan "teman" beliau yang sudah mempunyai cucu)

"Masa kalah..."


Serta dari mulut adek saya, Eggy, yang senang banget dengan anak kecil

"Mbak Dewi tahun depan ya...",

dan dia sudah membayangkan akan punya keponakan tahun depan,

sambil bertanya-tanya akan diberi nama apa anak saya nanti.


DOH!!!

*sambil berpikir klo tujuannya cuma cucu dan keponakan, apa mending kawin aja daripada nikah??? *


Untunglah saya sudah punya pacar 5,5 tahun terakhir ini.

Walau belum ada signal-signal akan diresmikan ke pelaminangigil


Agak berbeda ceritanya ketika seorang teman saya yang lain, dianjurkan (atau disuruh?) nikah tahun depan oleh ibu nya, padahal dia (sedang) nggak punya pacar.

Hmm... masih lebih baik nasib saya, bukan ??!


Ooh, ibu-ibu itu tega nian!!!

Jadi kepikiran sbenarnya ini sindrom gadis umur 25 tahun, atau sindrom para ibu yang takut anak gadisnya nggak nikah-nikah fikir ???

22 Juni 2009

Menulis Tulisan

2 komentar

Menulis.

Saya selalu menulis ini ketika ada daftar pertanyaan tentang Your Hobby, Hobi:, Hobby:, Apa Hobimu?, dst.

Yang saya ingat, saya mulai senang merangkai kata-kata, ketika di bangku Sekolah Dasar.

Dalam Diary. Menolak nasehat ibu dalam sebuah buku kecil (Oooh, Im sorry, Mom..)

Menulis perasaan dag dig dug saya pada seorang teman laki-laki yang mulai muncul, ketika saya mulai beranjak ABG, hingga kekesalan-kekesalan saya ketika sang pacar tidak datang ngapelin saya, tanggal jadian sampai tanggal putus, SEMUA NYA LENGKAP!!!

Sampai SMA, kegiatan itu masih saja saya lakukan. Hal nggak penting menjadi sesuatu yang penting untuk ditulis.

Hmm, sepertinya itu fenomena yang sama yang terjadi sekarang ini ya. Facebook, Twitter, Plurk. Doh!

Namanya juga musim lebay (baca tulisan saya yang ini).

Begitu banyak yang (mengaku) hobi nulis, bakat menulis, sehingga sungguh banyak sekali sekarang, novel-novel baru yang diterbitkan. Dari yang orisinil, hingga 'mengekor' tren-tren yang ada. Saya, pernah membeli sebuah novel milik Pencipta Lagu Lokal yang terkenal. Lagu ciptaannya selalu menjadi hits dimana-mana. Dirundung rasa penasaran, maka saya membeli novel karyanya. Tapi, sungguh benar-benar mengecewakan, novel yang berbentuk kumpulan cerpen itu, tak ada satu pun yang menarik!!! Bahkan, lebih bagus cerpen-cerpen yang ada dalam majalah remaja, kalau saya bilang.

Masuk dalam dunia blog, ternyata apa yang dikategorikan dengan menulis, banyak ragamnya.

Curhat. Cari uang. Membagikan ilmu. Berbagi informasi.

Nambah teman. Meningkatkan page rank. Ikutan lomba Blog Favorit.

Berpikir. Kreatif. Atau Copy Paste?

Semuanya adalah sebuah pilihan.

Dan bagi saya menulis tetap menjadi pilihan yang 'melegakan' hati ketika saya ingin mengumpat, bercerita, tapi tak ada yang mengerti bagaimana kondisi saya sebenarnya. Saya kemudian memilih untuk menciptakan dan merangkai kata-kata saya sendiri. Dunia saya. Imajinasi saya. Tak ada satu pun yang tahu, saya menulis kenyataan atau sekedar fiksi belaka kan =p?!

Dan kadangkala, menulis yang paling nyaman adalah ketika mengungkapkan semua yang ada di hati tanpa ada seorang pun yang tahu. Sama seperti dalam diary. Dan ketakutan ketika Diary kita berada di tangan orang lain.

Sama seperti pendapat seseorang yang saya kenal, yang punya sebuah blog, namun ketika saya meminta alamat blog nya, dia menolak

"Blogku bukan untuk konsumsi publik", katanya

"Loh?", aku heran dengan jawabannya.

"Aku cuman ingin menulis. Untuk diriku sendiri."

Saya terpana mendengar jawabannya saat itu. Saya malu!!!

Yup. Kamu benar.

Saya pernah berada dalam golongan orang-orang yang menulis blog, karena membutuhkan komentar orang lain tentang apa yang saya tulis dan berharap mereka membaca, memberikan pendapat, lalu memuji.

Namun, kini saya benar-benar tahu, perasaan dan kerinduan saya terhadap hobi ini sudah memuncak. Saya tak butuh eksistensi (Maka, saya hapus Shoutbox di blog saya!)

Saya hanya ingin menulis. Jujur pada hati saya. Tak ada batas.

Ah, saya rindu kamu!!!

21 Juni 2009

Duniaku. Kini.

1 komentar

Disinilah aku sekarang.

Kata orang-orang, -sebelum aku memasuki dunia ini- , inilah sebenarnya apa yang disebut dengan "Kehidupan yang sebenarnya".

Kehidupan yang penuh dengan orang-orang yang penuh dengan berbagai kepentingan.

Uang. Kekuasaan.

Menuntut hak. Lebih.

Melakukan kewajiban. Biasa.

Aku, si anak baru ini, hanya mendengar bisik-bisik si A, si B, si C, si D dst. Diam tanpa kata.

Aku tak pernah ingin –atau belum?- ikut-ikutan membicarakan hak yang semestinya didapat lebih dari atasan, jatah tunjangan yang nggak 'turun-turun', dst.

Satu-satunya yang aku inginkan adalah aku ingin merasa nyaman melakukan rutinitas yang membosankan disana setiap hari Senin-Jumat.

Tak harus menghitung hari kapan hari Sabtu tiba. Tidak harus deg-degan setiap saat jika mengerjakan pekerjaanku.

Tidakkah mereka mengerti, aku masih belajar!!!

I've done d best I can do.

Tapi, mereka hanya bisa memprotes. PROTES. P-R-O-T-E-S.

Mengkritik. KRITIK. K-R-I-T-I-K.

Mengomentari apa yang bisa dikomentari.

Sedangkan teman seangkatanku, putra Komisaris, putri Dirut, keponakan mereka, hanya didiamkan saja. Berani membicarakan di belakang mereka, tapi hanya diam di depan mereka.

Aku yang bukan anak siapa-siapa disana, hanya bisa mendengar, tersenyum kecut, dan menjawab "Ya, mbak…".

Sedangkan jika mereka melakukan kesalahan, aku hanya bisa diam. Membisu.

Bahkan untuk bertanya, aku pun malas!

Hhh…aku lelah!!!

Apa memang harus begini menjalani kehidupan sebagai seorang junior??? Seorang karyawan???

Aku hanya ingin dihargai. Diperlakukan sama. Adil.

Ya Allah, jadikanlah Hamba Mu ini golongan orang-orang yang selalu bersyukur….

Amien. Ya Rabb.

29 Maret 2009

Heyyy.... Im back!!!!!!!!

1 komentar
Hmmm... sudah lama juga ya aku nggak blogging... Satu bulan ini memang banyak kejadian2 yang membuat aku jadi kembali ke dunia normal laghe...Hahaha2.

Keasyikan ngenet gila2an ketika ada Speedy di rumah, utak-atik blog habis2an, donlot lagu gendheng2an (gila2an maksudnya..), ternyata memang benar membuat kompi ku menjadi mati mendadak (baca: RUSAK), sehingga harus (mau nggak mau) di format ulang. Untunglah kebiasaan meng backup data ku secara rajin masih kulaksanakan. Tapi, oooh, ternyata, Allah memang tahu bagaimana cara menegur ku, akibat ngabisin uang bayar billing Speedy yang bikin kantong jebol itu, DVD BACKUP ANNYA NGGAK BISA KEBACA!!!!!!!!

Hufff... benar2 sial, bukan???? Jadilah pengorbananku donlot sana-donlot sini, ngabisin kuota (bahkan selalu over), sia-sia sudah...

Ternyata, hidup tanpa internet di rumah, membuat aku lebih nyaman, kurasa. Untuk Facebook-an aku sih masih bisa mengandalkan layar HP ku yang mungil. Blog 'n Plurk yang terbengkalai, tapi yah, jadwal hidup ku jadi back to normal again. Klo kemaren2 malem2 sepulangnya dari kantor aja aku masih sempet-sempetin nongkrong di depan kompi, sekarang aku lebih milih untuk nonton TV (berita atau sinetron. Hehehe2), makan malam 'n tidur. Aku memang bukan orang yang pinter membagi waktu, dan aku ngerasain bgt 4 bulan aku ber-Speedy aku merasa jadwal hidup ku dihabiskan oleh candu berinternet ria. Hoho2.... Lebay bgt ya....

Sebulan terakhir ini, banyak hal juga yang terjadi pada diriku. Diterima kerja di tempat kerja yang benar-benar sesuai dengan impianku selama ini. Di sebuah bank, deket rumah, masa depan menjanjikan. Alhamdulillah.... Benar-benar berbalik 180 derajat dari perusahaan lama yang aku tinggalkan, walau hanya sebulan saja kerja di sana. Namun, aku jadi tahu bahwa ternyata Allah memang baik bgt sama aku. Ternyata, ini maksud NYA, aku nggak diterima di perusahaan A, B, C, duluuuu itu, karena DIA sudah menyiapkan ini semua untukku. Thx, God...

Baru 3 minggu kerja di tempat baru, ternyata benar-benar membuat aku jadi bersyukur bgt jadi orang 'biasa'.... Ternyata, aku jadi tahu bahwa ternyata doa, usaha 'n keberuntunganku sangat bueeesar sekali dalam mendapatkan pekerjaan ini. Menjadi satu-satunya orang 'biasa', yang diterima kerja di sana, berbeda dengan ketiga orang temanku yang lain^^. Walaupun, sampai saat ini, aku jadi bingung untuk menumpahkan perasaan ku ke siapa kejadian2 yang ada di kantor, kecuali ma orang-orang rumah, pastinya....

OK, sekian dulu ceritanya di bulan ini. Hoho2.... Harus ke warnet dulu nih, buat blogging, apalagi klo Sabtu Minggu begini, sekarang bawaannya pengin melungker di kasur aja, jadi maklum ya klo dah jarang cerita-cerita.... But i promise for keeping posting, although it'll be once a month. Hahaha6x.

16 Februari 2009

(Semoga bukan) tanda-tanda kiamat (memang benar) sudah semakin dekat :-(

9 komentar
Media massa beberapa minggu ini heboh memuat berita tentang Ponari, dukun cilik dari Jombang (coba baca ini).

Saya merasa miris, bercampur dengan takjub, heran dan khawatir ketika melihat banyak sekali orang yang datang mengantre untuk berobat kepada Ponari.

Perasaan yang sama ketika saya melihat kejadian pembagian zakat yang terjadi di bulan Ramadhan lalu yang menewaskan beberapa orang.

Apakah terlalu banyak orang yang sedang sakit saat ini?

Apakah terlalu banyak orang miskin saat ini?

Hmm, saya tak mau membahasnya soal itu kali ini, pasti akan sangat panjang (Biarlah menjadi tugas para kritikus dan politisi saja untuk membahas masalah ini dari sisi 'gagalnya' pemerintah dalam mengatasi kemiskinan, pelayanan kesehatan dsb.)

Yang pasti, yang terlintas pada saya saat melihat berita Ponari adalah apakah begitu hebatnya kuasa mistik saat ini sehingga banyak orang yang mempercayainya?

Pengobatan alternatif memang merupakan salah satu cara untuk mengobati penyakit ketika kepercayaan pasien pada dokter sudah semakin menipis, dan ketika jalan logika sudah tidak membuahkan hasil.

Tapi, meski antara percaya tidak percaya dengan pengobatan alternatif, namun saya tetap setuju setuju saja, jika memang dokter sudah angkat tangan, boleh saja mencoba pengobatan alternatif. Namun, tentu saja, harus tetap pengobatan alternatif yang masuk di akal (seperti pijat, mungkin).

Saya jadi ingat dengan kisah (alm.) Pakdhe saya yang sakit stroke. Saat itu pihak keluarga sudah mau membawanya ke seorang yang dianggap "pintar" yang sudah terbukti dapat menyembuhkan orang berpenyakit sama, namun karena orang "pintar" tersebut dirasa janggal, dan punya hubungan dengan bangsa jin dalam menyembuhkan pasiennya, maka Pakdhe saya menolak mentah-mentah ajakan tersebut. Di saat sakit parah, beliau masih saja memikirkan apa itu syirik, musyrik dan sebagainya. Hmm… betapa tidak banyak orang yang seperti beliau, yang memilih untuk lebih baik sakit di dunia daripada di akhirat.

Entahlah, saya sendiri masih menerawang dan memberi tanda tanya besar pada semua hal yang mistik. Tidak hanya pada pengobatan alternatif dan segala kelengkapannya, namun juga pada hal-hal yang berbau Kejawen.

Untunglah, meskipun saya orang Jawa asli, namun keluarga besar saya tidak menganut asas Kejawen dalam hidupnya. Sekedar hanya menuruti ajaran orang-orang kuno Jawa, yang masih masuk di akal bolehlah, seperti jangan menyapu malam-malam, nanti rejekinya hilang (padahal saya juga tidak tahu, apa hubungan sebab akibatnya sih..), jangan keluar waktu Maghrib, jangan duduk di depan pintu, dan lain sebagainya.

Hmm, saya jadi ingat ketika bulan puasa lalu, ketika mudik ke Magelang, saya sempat melihat pagelaran Jantilan. Pagelaran yang diadakan setiap kali ada warga yang mempunyai hajatan penting, seperti pernikahan dan khitanan. Semacam tari-tarian dengan memakai topeng diiringi gamelan dan lagu Jawa, dan biasanya di akhir pertunjukan tersebut akan ada yang kesurupan. Pada saat itu, ada satu warga yang kesurupan dan baru sadar keesokan harinya, ketika dia akhirnya dibawa ke kuburan sang arwah yang mengisi raganya. Dan sebab musabab kesurupannya, ternyata adalah karena bunga sesajen nya kurang satu jenis .

Jujur, dalam hati saya, saya tak percaya dengan semua hal tersebut, namun ada buktinya juga jika semua ini memang ada dalam kehidupan kita.

Teringat pula ketika saya masih kuliah, ada tugas tentang meneliti media massa yang dirasa "aneh", dan saya memilih menganalisis isi majalah Liberty (sejak ada isu UU Pornografi, cover majalah ini sudah agak berbeda dengan sebelum ada isu UU Pornografi, namun saya tidak tahu juga isinya, karena saya tidak pernah membelinya lagi sejak tugas kuliah saya selesai). Agak terkaget-kaget juga saya melihat isi iklan yang ada dalam majalah ini, karena ternyata semua iklannya adalah tentang jual beli benda pusaka, pemasangan susuk, dan hal-hal ‘ajaib’ lainnya. Dan yang membuat saya menghela nafas berkali-kali adalah dalam iklan tersebut ada kutipan ayat-ayat Al-Quran. Saya benar-benar tak habis pikir, kenapa orang-orang tersebut berani mengatasnamakan agama untuk kepentingan syirik yang sebenarnya sangat sangat melenceng dari ajaran agama Islam.

Saya memang tahu ada beberapa ayat Alquran, Hadits yang bisa ‘menolong’ kita dari kepentingan duniawi. Di beberapa pondok pesantren pun diajarkan tentang hal itu. Tapi, saya yakin, bahwa Allah selalu memberikan petunjuk-petunjuk itu untuk digunakan umatNYA dalam hal kebaikan, bukan untuk saling menjegal lawan atau rivalnya dalam melakukan bisnis, atau untuk mempercantik diri , “mempesona diri” dengan memakai susuk. Karena yang saya tahu, Allah pun tidak menyukai sesuatu yang palsu. Bagi saya, kutipan ayat-ayat suci Alquran yang juga ampuh untuk mengobati masalah duniawai, justru akan menjadi sebuah cobaan bagi umatnya, apakah ia akan terus mempergunakannya untuk kepentingan yang baik, atau justru akan memperdagangkannya untuk kepentingan duniawi miliknya sendiri.

Adanya publikasi dunia mistik yang makin marak ada dalam media massa beberapa tahun belakangan ini, juga membuat saya geleng-geleng kepala berulang kali, karena jika dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu yang hanya berkisar tentang zodiac dan shio di media massa, maka sekarang dunia mistik memang sudah dianggap hal yang wajar dan bahkan selalu membuat pemirsa/pembaca media dibikin penasaran dibuatnya. Sudah berapa ribu kali wajah Mama Lauren atau Ki Joko Bodo muncul di media? Sama seringnya mungkin dengan munculnya wajah Luna Maya dan Ahmad Dhani di media. Yah, semoga ini memang bukan suatu tanda bahwa kiamat sudah dekat. Ketika kepercayaan pada Sang Maha Kuasa, Yang Maha Berkehendak telah digantikan dengan kepercayaan terhadap manusia, benda, bahkan hanya kepada insting manusia.

Saya mungkin keliru, ilmu agama saya juga belum begitu dalam, sejauh ini saya hanya mengungkapkan apa yang ada di pikiran saya dalam hal ini, jika ada yang mau berbagi pendapat, saya dengan senang hati menerimanya. Ditunggu ya…

11 Februari 2009

Lagi musim lebay

5 komentar
Ada topik yang menarik buat saya, di Intisari bulan Februari ini. Judulnya “Ramai-ramai jadi Wartawan Warga”. Citizen journalism, bahasa kerennya. Artikelnya bercerita tentang warga biasa, yang bukan berprofesi wartawan, yang kini juga mulai menulis dan melaporkan apa yang terjadi di sekitar mereka pada orang lain. Warga biasa kini bukan lagi sebagai pihak pasif yang menerima informasi, namun sudah sebagai pihak aktif yang juga mulai menulis dan menyebarkan berita.

Fenomena ini, tentu saja berkat perkembangan internet. Dalam Intisari sendiri, dicontohkan bahwa peristiwa bom yang terjadi di Mumbai beberapa bulan lalu dapat segera menyebar luas dari situs Twitter yang diakses melalui HP oleh salah satu anggota komunitas Twitter.

Media lain untuk citizen journalism ini adalah blog, pastinya. Sudah berapa juta orang di dunia ini yang punya blog? Saya baru beberapa bulan lalu, benar-benar tahu dunia blog. Surprise karena ternyata saya menemukan ada anak kecil yang sudah punya blog, seperti TheZiehan, yang umurnya baru 13 tahun. Dibandingkan dengan ketika saya masih umur segitu, paling banter saya main tamagochi. Geleng-geleng kepala, ketika blogwalking, tenyata ada banyak blog yang hanya copas sana-copas sini. Setidaknya, untuk mengikuti tren atau meningkatkan page rank web nya ya??? Terkesima, karena banyak blog yang tulisannya bagus, walau mereka bukan penulis professional. Salah satunya, ini atau teman saya ini yang saya suka gaya tulisannya. Saya sendiri? Ah, saya sih cuma menulis apa yang saya tulis dengan bahasa apa adanya saya… Belum pintar ‘bermain’ kata. Sealiran dengan teman saya ini. Senang juga blogwalking, karena juga menemukan media tulisan sehari-harinya penulis-penulis professional, seperti miliknya, dan miliknya.


Back to Twitter, saya sendiri nggak punya account Twitter, karena saya sudah punya account di micro blogging yang mirip dengan Twitter, yaitu Plurk. Awal pengin punya Plurk, saya lihat dari blog ini. Saya pikir Plurk itu apa dan ngapain… ternyata, we must share what we are doing to the world….Hahahaha2 . Lebay ya… belum lagi, ketika awal saya punya Plurk, saya masih males dan binun mau nulis apa, akhirnya saya biarin aja tuh Plurk nganggur. Eh, ternyata ada mbah karma nya juga, yang ngamuk kalau absen ngeplurk sehari aja. Saya memang tidak (atau belum?) seperti Wening yang sudah menganut tag line Plurk, put your life on the line, dalam hidupnya. Hahaha2. Saya jadi inget semalam di tret milik Wening, dia bilang kalau pacarnya habis membuatkannya account Telkomsel Flash plus rekeningnya yang juga jadi tanggungan pacarnya, karena sang pacar merasa kasihan pada Wening dan mengatakan “aku kasian ma kamu, kayanya kamu nggak bisa sehari aja hidup tanpa ngeplurk …”. Wakakakkawww .

Sebelum saya tahu Plurk, sebenarnya sudah ada fasilitas shoutout di Friendster (FS) yang juga bisa memberi tahu pada dunia apa yang sedang kamu rasakan, sedang kamu pikirkan atau apa yang sedang kamu lakukan… tapi, karena tidak ada fasilitas memberikan komentar , yang akhirnya bisa jadi ajang cela-celaan, ajang gossip, ajang curhat, maka fasilitas ini tampaknya nggak laku di FS. Beda dengan saingan FS yang makin berjaya, Facebook (FB), yang menyediakan fasilitas ini, maka status “What are u doing at the moment” milik FB, lebih eksis. Begitu pula dengan comment foto di FB, yang ramai banget, karena ada tambahan fasilitas tag. Padahal FS juga punya fasilitas photo comment, tapi sepi-sepi saja tuh. Apa cuma karena fasilitas tagnya saja yang membuat FB lebih ‘juara’? Saya rasa bukan itu ya, bagi saya yang istimewa adalah News Feed yang ada di Home milik kita. Karena semuanya update milik teman kita akan dengan segera diumumkan disitu. Tanpa harus ngeklik apa-apa lagi, kita sudah testi teman kita satu sama lain, contoh : Sierra wrote on Lia's wall: Ayo, kapan kita jalan-jalan?, beda dengan update FS yang harus diklik lagi, contoh. Lia received new comment (buat tahu apa komen yang ada di pagenya Lia, kita harus ngeklik lagi).
Sedangkan FB sekali klik saja sudah bisa mencela, memuji, mengomentari teman, tanpa harus masuk ke page na teman. Cukup dari News Feed yang ada di Home account FB kita (otomatis kelebihan yang dimiliki FB ini juga jadi kekurangannya karena terlalu 'ember' bgt, makanya jangan nulis gosip yang aneh-aneh disini ya). Red bubble mark notifications FB yang bikin risih kalau nggak diklik juga membantu kita terupdate terus dari komen foto-foto yang ada tag kita, atau status kita atau milik teman kita yang kita komentari. Beda dengan FS yang new messages, new testimonial nya yang nggak punya “tanda yang bikin risih dilihat kalau nggak diklik”. Keistimewaan FB lainnya adalah tampilan FB yang sederhana membuatnya mudah diakses di HP, dan nggak membuang pulsa banyak, dibanding FS. Saya sendiri merasa lebih punya ikatan batin lebih kuat dengan teman-teman saya, dengan account FB yang saya buat, dibanding dengan FS. Satu-satunya yang membuat saya kurang nyaman di FB adalah applications invitation yang terlalu banyak, kuis ini, kuis itu, game ini, game itu....

OK, mumpung sekarang narsis dan lebay nggak dilarang, silahkan saja mengikuti tren ini, apalagi kalau bisa memberikan informasi yang berguna juga buat yang lainnya, nggak ada salahnya kan??!

25 Januari 2009

CintaGilaCinta

3 komentar
Kusibak lagi rambutmu
Kukecup lagi keningmu
Kau cium lagi pipiku
Lalu…
Dan upacara cinta kita selalu berulang

Upacara-Karsono H. Saputra's
***

Aku terpana melihat ceritamu. Kamu tampak tenang. Seakan-akan itu cerita biasa. Kata demi kata ini meluncur dari bibirmu…

“Aku sudah nggak perawan lagi. Sejak SMA.” Hah? Perasaan kaget ini langsung muncul begitu kalimat itu kamu lontarkan. Kamu? Siapa yang nyangka? Pendiam, kalem. Tapi?

“Iya. Sama Andri . Mantanku. Dia yang memaksaku.”

Ah, kenapa, kamu mau? Kenapa kamu nggak nolak? Kenapa, kenapa….? ????????

Pertanyaan demi pertanyaan langsung mengelilingimu saat itu dari kami, sahabatmu.


***

“Aku juga sudah berhubungan badan dengan Putra. Dia selalu pakai alasan kalau aku kan dah nggak perawan lagi dari dulu, dan bukan salah dia.”

Bagai petir di siang bolong ketika aku mendengar itu. Aku pikir kamu akan belajar dari kesalahan yang lalu, teman…

“Tapi, aku mencintainya. Bukankan cinta harus saling memberi dan memiliki sepenuhnya?”

Duh, kamu sudah dibutakan cinta.

Aku rasa sudah cukup Putra, pacar barumu itu menyakitimu. Menyuruh kamu menuruti apa maunya. Jika tak ingin tindakan kasarnya melayang ditubuhmu. Yang semuanya berdasarkan alasan masa lalumu yang tidak sempurna baginya. Kesempurnaan perempuan versi laki-laki.

Tapi, kenapa dia melakukan itu juga padamu? Bukankah itu artinya kamu masuk ke dalam lubang yang sama kedua kalinya? Bukankah lingkaran ini akan berputar di poros yang sama lagi?

Harusnya berpikir ulang seribu kalinya lagi perlu dilakukan, karena kita, perempuan, yang akan selalu menanggung lebih banyak beban hilangnya kesucian ini. Tak perlu tahu apakah kamu subjek atau objek, bagi orang-orang di luar sana, kamu, perempuan, yang akan selalu dipersalahkan.

Lagipula, jika memang dia mencintaimu, bukankan harusnya dia menjagamu? Tidak lagi mempermainkanmu seperti yang sudah-sudah.

Jika dia mencintaimu, bukankah dia kan selalu bisa menerimamu apa adanya kamu? Walaupun, dengan kesalahan kelam di masa lalu?

Atau memang kamu telah dibuat gila oleh cinta yang tak berlogika?

Atau memang cinta, dan nafsu, tipis bedanya???

***
PS:
- Nama yang tertera bukan nama sebenarnyawink
- Sahabat saya itu berencana menikah tahun ini dengan Putra. Doakan semoga mereka bahagia ya smile

Hey, Perempuan, untuk siapa kau berdandan???

4 komentar
Pernah saya pergi ke Rusia sama suami. Pas di jalan, suami lihat cewek pakai rok pendek dan bot sedengkul. Karena dia suka, saya langsung diajak ke butik dan dibelikan rok serta bot yang sama. Meski disana dingin, saya tetep pakai. Daripada suami lirik perempuan lain."
Metropolis Weekend-Jawa Pos, 25 Januari 2009

***
Perasaan saya tergelitik begitu membaca serentetan kalimat di atas. Di sebuah surat kabar terbesar di Jawa Timur. Cerita tentang lima wanita bersuami. Wanita-wanita high end, dilihat dari tampang, cerita dan gaya hidup yang ada dalam tulisan itu. Topiknya : “Jaga Penampilan Biar tetap Disayang”. Topik legitimitasi kekuasaan laki-laki dalam media *sigh*.

***
Men act and women appear. Men look at women. Women watch themselves being looked at.
John Berger

Tapi, apa benar, sampai kini, perempuan, selalu berdandan karena laki-laki, bahkan untuk ‘menyelamatkan’ laki-laki yang dicintainya dari perempuan lain??? Sampai-sampai harus nggak nyaman dengan pakaiannya pun tetap dipaksakan?

“Meski disana dingin, saya tetep pakai. Daripada suami lirik perempuan lain”

Huh, kasian sekali, nasib mereka yang seperti itu sad...
***

Saya, perempuan, tidak munafik kalau tujuan berdandan sekali-kali adalah untuk ‘dilirik’ laki-laki. Tapi, itu bukan satu-satunya alasan saya untuk berdandan. Itu bonus buat saya.

Saya bahkan telah lupa kini sejak kapan saya berdandan karena sang pacar. Mungkin, karena sudah berpacaran lama, sehingga berdandan demi dia, sudah ada dalam daftar urutan terakhir resep untuk mempertahankan hubungan.

Berdandan, bagi saya, adalah kesenangan. Senang karena kulit saya jadi bersih. Melihat kapas putih yang kemudian menjadi coklat setelah dioleskan ke muka saya, membuat saya sangat legaaaa karena sang pembersih wajah ini sudah berhasil mengangkat debu-debu dan kotoran yang menempel ke wajah saya. Sama halnya jika saya lama di kamar mandi untuk rutinitas luluran. Ketika butiran scrub itu berhasil mengangkat kotoran yang ada di tubuh saya, saya amat sangat puas. Entah mengapa, saya bahkan merasa lega ketika banyak kotoran yang terangkat. Dibanding jika tak ada noda dalam kapas dan gosokan scrub.

Saya merasa bersih. Baru.

Berlama-lama di depan cermin, bagi saya, adalah rasa syukur. Bersyukur atas anugerah Tuhan atas keelokan raga yang diberikan Tuhan pada saya. Maka, saya ekspresikan dengan mencintai diri saya sendiri. Caranya, dengan menjaga penampilan. Mencoba oles sana-sini. Mencoba baju bagus ini itu. Pasang, copot sepatu ini itu. Bahkan, ketika tak ada satu pun yang melihatnya ketika saya berdandan, karena pintu kamar tertutup rapat, atau tak ada yang memujipun, saya merasa harus tetap mempercantik diri. Untuk diri saya sendiri. Karena ada kesenangan tersendiri disana. Ekspresi diri. Puas. Utuh. Nyaman menjadi diri yang sempurna. Bukan menjadi diri yang lain.

Ah, saya bahkan tak punya kata lagi. Yang pasti ini adalah bentuk kesenangan yang laki-laki tak pernah rasakan
cool.

22 Januari 2009

Buah ketidakdisipinan saya :-(

4 komentar

Apa-apaan ini????
Makanan lezat di depan mata hanya melayang-layang di angan.
Saya tak lapar!
Padahal,
jarum-jarum di dinding sudah melewati banyak angka
Memaksa saya untuk melahapnya?
Huh, malah bikin perut saya muak saja!

*Maag saya kambuh. Sore ini baru berencana ke dokter. Doakan saya ;-)

17 Januari 2009

Menikah

7 komentar
Saya, perempuan, 23 tahun,
kalau saya ditanya apakah ingin menikah? Tentu saya iya. Ini pertanyaan retoris yang tak perlu ditanyakan pada saya yang umurnya sudah hampir seperempat abad. Apalagi, sekarang makin banyak saja orang yang membuat bahan candaaan itu kepada saya setiap kali ada kumpul keluarga atau setiap saya datang ke acara pernikahan."Wah, habis ini Dewi nih...", "Mbak Dewi kapan nih?" Huh...saya hanya diam, dan tersenyum tanpa ekspresi neutral.

Masuk umur 23 tahun sebulan yang lalu membuat saya menjadi berpikir ulang tentang rencana-rencana ke depan. Tanpa saya sadari makin banyak saja teman-teman saya yang sudah menikah. Padahal, dulu saya berpikir bagaimana mereka dapat menyia-nyiakan masa muda mereka dengan berani memutuskan menikah. Maklum, saya memang dibesarkan di keluarga besar yang urusan pernikahannya benar-benar 'semau gue'. Menunggu yang sreg di hati. Mau umur berapa pun, semuanya dikembalikan ke individu masing-masing. Jadi, maklumlah, kalau saya kemaren-kemaren masih berpikir bahwa tak sebaiknya menikah muda. Apalagi, banyak diantara teman-teman saya yang menikah muda karena dijodohkan, MBA, tapi dengan makin bertambah umur saya, makin banyak juga yang memang menikah karena benar-benar dari pilihannya.

Untuk pilihan pertama, sekarang saya malah berpikir, bahwa jika ada yang mau menjodohkan saya, saya akan terima tawaran nikahnya (Hahaha...sayangnya, tak ada yang mau menjodohkan saya lol). Sementara, pendapat saya tentang menyia-nyiakan masa muda dengan menikah karena kecerobohan dan kesalahan diri sendiri, tak akan terhapus di pilihan kedua. Sementara pilihan ketiga, untunglah saya sudah mantap dengan pacar saya yang sekarang. Namun, sayangnya di jaman yang makin mahal ini, harus mengumpulkan modal banyak untuk menikah. Dan kami, sayangnya lagi, masih belum punya anggaran untuk itu.

Target saya menikah, kalau Tuhan mengijinkan, 25 tahun. Ya, kembali lagi, pada yang saya tulis di atas tadi. Semuanya juga tergantung anggaran pernikahan apakah sudah terpenuhi atau belum. Lebih penting lagi, anggaran untuk hidup setelah acara akad nikah dan resepsi pernikahan berlangsung.

Beberapa kali, saya berdebat panjang dengan teman saya tentang target menikah ini. Seorang sahabat saya, menganggap bahwa harus ada 'kemapanan' dulu untuk menikah. Ada benarnya, menurut saya, karena memang menikah berarti sudah punya keluarga sendiri, yang tentu saja butuh biaya yang tidak sedikit. Tapi, definisi mapan yang seperti apa?

Ah, anggap saya adalah pengagung cinta, karena saya sampai saat ini masih menganggap bahwa cinta adalah dasar saya untuk menikah. Cinta bahkan bisa mengatasi materi. Bagi saya, cinta akan membuat suami saya menjadi bertanggungjawab pada saya dan anak kami. Cinta akan membuat suami saya selalu menempatkan saya dan anak kami adalah pilihan utamanya. Cinta juga yang akan membuat saya dan suami saya tak akan pernah ribut tentang masalah kekurangan materi disana-disini, siapa yang bergaji lebih besar, siapa yang harus bertanggung jawab untuk urusan finansial keluarga. Setidaknya, itulah yang saya tangkap dari hubungan orangtua saya. Oleh karena itulah, memilih calon suami yang sayang dan bertanggung jawab pada keluarganya, ada di bagian utama kriteria suami idaman sayasmile.

Biarlah saya dianggap tidak realistis, karena bagi saya, menikah adalah happines till d'end. Saya tak pernah sekalipun berpikir menikah adalah suatu mimpi buruk, bagi perempuan, khususnya. Saya tak pernah merasa bahwa menikah adalah suatu paksaan bagi pihak perempuan agar bisa tunduk dan menuruti apa kata suaminya. Bagi saya, semua kuncinya adalah pada cinta dan keikhlasan. Tante saya, bersuami sangat posesif. Sering keluarga besar lainnya, membicarakan hal tersebut. "Kasihan ya, tante". Tapi, sayangnya yang dikasihani justru tampak bahagia. Dia bahkan merasa sangat nyaman dan aman dengan keadaan itu.

Menikah, bagi saya, tak berarti adalah keharusan bagi istri untuk melayani suami. Karena bagi saya, cinta akan membuat ada keikhlasan dalam hati untuk melayani suami tanpa dipaksa. Cinta akan membuat saya, istrinya, akan merasa bersalah jika saya tidak membuatkannya sarapan dan secangkir teh hangat di pagi hari, menyiapkan makan saat dia pulang kantor, atau menyiapkan dan menyetrika seragamnya yang akan dipakai esok hari. Dan cinta pula yang akan membuat suami saya mengerti kalau saya sedang kelelahan, dia tak segan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, dan tak pula mencela masakan saya jika ternyata rasanya tak seenak yang dia inginkan. Itulah mengapa, pria rajin, juga ada dalam kriteria suami idaman saya
redface.


Hmmm...ini hanya sebuah catatan kecil tentang pernikahan dari sudut pandang saya. Berdasarkan pengalaman hidup dan mimpi-mimpi saya. Semoga saya tak salah...

Mungkin ada yang mau berbagi pendapat?

12 Januari 2009

Apa kabar lumpur Lapindo???

2 komentar
Sidoarjo, 12 Januari 2009 @13.30 WIB,

Maksud hati ingin melepas lelah di siang hari yang panas-hujan nggak jelas begini, namun apa daya ternyata ada bau tak sedap mampir ke jendela kamarku. Beginilah nasib jadi penghuni di kamar paling depan di bagian rumah, setiap musim hujan begini, pasti bau got yang mambet sampai ke kamarku.
Hhh..bukannya bisa tidur, malah jadi pusing banget nih kepala...blogger-emoticon.blogspot.com

Aku utarakan kekesalanku ini pada ibu,
"Itu lumpur, nduk. Kata orang-orang sih begitu"

"Hah, lumpur Lapindo?? Masa seh' ?? " Aku hanya menghela napas. Cemas.

Berjarak hanya 3 km dari rumah, tragedi ini memang bikin seisi rumah (dan keluarga besar yang ada di luar kota) pada awal munculnya peristiwa ini memang jadi deg-degan. Takut lumpur panas itu menerjang rumahku juga. Tapi, toh, setelah 3 tahun berlalu, nyatanya semburan lumpur itu (hanya) masih di daerah Porong saja. Kami, warga Sidoarjo, mau tak mau, harus tetap melanjutkan kehidupan, berpura-pura tak terjadi apa-apa di salah satu daerah Kabupaten kami itu (pastinya, tanpa mengurangi rasa simpati kami terhadap para korban).

Duh, aku berharap bau tak sedap ini semoga hanya bau got mambet yang bisa dibersihkan dengan segera dengan kerja bakti bapak-bapak RT wink.

Bukan bau lumpur Lapindo yang hilangnya entah kapan cry.


PS: Foto ini saya ambil sekitar satu tahun yang lalu, ketika Budhe saya yang datang jauh-jauh dari Bogor, meminta untuk diantar melihat lokasi kejadian Lumpur Lapindo secara langsung. Foto ini saya ambil dengan kamera HP yang pas-pasan. Jadi, harap maklum, hasilnya minim seperti ini biggrin.

02 Januari 2009

Krisis air di rumah saya

0 komentar
Sebagai kota yang hanya menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari Surabaya, tinggal dan mempunyai rumah di kota Sidoarjo merupakan pilihan utama para karyawan yang berkantor di kota Pahlawan tersebut. Tak heran jika perkembangan perumahan di Sidoarjo, tempat tinggal saya sekarang, begitu pesat (Namun, sejak adanya tragedi Lumpur Lapindo, sekarang banyak proyek pembangunan perumahan berhenti di tengah jalan begitu saja). Tak heran, tak mungkin warga Sidoarjo hafal perumahan-perumahan lain disekitar rumahnya. Saking terlalu banyaknya, yang pasti, apalagi ada beberapa nama perumahan dengan nama yang sama–yang walaupun hanya satu kata tapi bikin bingung-, seperti Bumi Citra Fajar, Gading Fajar, Gading Kirana, Taman Pondok Jati, Pondok Jati. Waks…belum lagi dengan istilah Indah, Pondok, Taman, Bumi, Puri, Regency dsb itu blogger-emoticon.blogspot.com.

Dengan kondisi kota yang lebih nyaman, bebas macet dsb dibandingkan Surabaya, Sidoarjo memang layak dijadikan pilihan sebagai kota yang layak huni. Namun, sayangnya perkembangan perumahan yang sedemikian pesat, tak diimbangi dengan air bersih. Saya pernah membaca di artikel Jawa Pos beberapa bulan lalu mengenai ini, dan menemukannya kembali di sini. 68% penduduk Sidoarjo masih kekurangan air bersih, begitu kata pihak PDAM Delta Tirta-Sidoarjo. Yah, begitulah kenyataannya. Seperti yang saya alami.

Foto ini saya ambil dari kran kamar mandi saya. Lihat saja, sangat kecil bukan aliran airnya?! Jadi tak mungkin, kami sekeluarga mandi dengan air sekecil itu. Harus nunggu berapa lama untuk ngisi bak mandi? Maka, kami mengandalkan pompa air sumur. Jangan terlalu banyak berharap dengan air sumur di kota Sidoarjo. Aliran airnya memang deras. Tapi, terkadang keruh, dan bau besi. Maka, untuk mencuci piring dan baju saja, kami memakai air sumur terlebih dahulu, lalu nantinya dibilas lagi dengan air PDAM yang sudah kami tampung dulu di ember di kran belakang (yang aliran nya lebih besar dari kran air dapur dan kamar mandi). Cukup merepotkan, bukan?! Sedangkan untuk memasak, kami sekeluarga tetap membeli air dari tukang air keliling.

Saya cukup heran, di musim kemarau yang lalu, keadaan yang saya ceritakan di atas, terkadang terbalik. Air PDAM yang menjadi keruh, walaupun aliran airnya besar, dan air sumurnya yang bersih dan tetap mengalir deras. Kalau yang begini, maka kami memilih untuk memakai yang terakhir. Tapi, di musim hujan yang seharusnya musimnya air dimana-mana, kok malah tambah gawat keadaannya ya
confused?


Hhh…kalau begini, jadi kepengin ke Muntilan, menikmati limpah ruahnya air yang segar+ bersih+gratis disana
blogger-emoticon.blogspot.com.

26 Desember 2008

Demam Blogging (juga!)

6 komentar
Aku juga punya pengalaman yang sama dengan apa yang ditulis Lia. Ternyata, kita berdua lagi ngalamin demam blogging alias lagi seneng-senengnya nge-blog. Agak telat mungkin buat aku punya blog, secara trendnya dah dari kapan tahun. Meski kemaren-kemaren juga dah sempat punya blog di FS (walau, nggak rutin postingnya), tapi tenyata punya blog di domain yang emang beneran khusus buat ngeblog, ribet bgt.

Kemaren, aku sibuk banget cari template baru, buat nggantiin Thisaway-Rose ku, bawaan dari blogpsot. Sebelumnya, aku sudah nyoba untuk ganti template, dan ternyata karena belum tahu cara yang aman, gadget ku hilang semua. Padahal, buat cari gadget itu juga butuh waktu yang lama. Akhirnya, kemaren, aku coba cari template yang lebih ‘pas di hati’ dengan tak lupa untuk mendownload template lengkap dan juga mengco-pas kode HTML gadget di notepad.

Dari siang sampai sore, aku belum juga menemukan template yang sesuai. Malamnya aku teruskan lagi buat nyari. Dan, finally, aku menemukan notepad chaos di website ini. Template ini adalah template kesekian kalinya yang sudah aku coba bongkar pasang di blogku. Setelah yang lain-lainnya, punya masalah contoh yang nggak sama dengan hasil setelah didownload lah, nggak bisa ditambahin gadget macam-macam lah, masih pake kode template blogspot yang lama lah, atau nggak bisa diedit langsung font dan warna nya. Oops..ternyata, notepad chaos juga punya masalah yang sama, alias di layout->edit font and color nya kolomnya blank nggak ada sama sekali palette atau font options nya. Dan, nekatlah diriku untuk mengedit font dan warnanya di edit HTML nya langsung (karena bener2 buta). Nah, karena bener-bener newbie, aku search di google, kode warna yang ada di HTML satu persatu, lalu aku cocokkan hasilnya dengan apa yang terlihat di blogku, lalu aku ganti dengan kode warna baru, yang aku dapet dari blognya mbak Jovie. Hahaha3x..ribet ya. Mungkin kalau sudah ahli banget dalam membaca kode HTML, edit font dan warna aja cuma 5 menit, kali… Sedangkan aku, nggak kerasa asyik ngedit blog, baru tidur jam 4 pagi sad.

Yang aku masih penasaran nih, adalah mengganti judul sidebar. Seperti “Cuma Saya”, “Ketemu Saya” supaya warnanya nggak lagi hitam. Aku sudah coba ganti tapi, ternyata hasilnya nihil. Apalagi buat setting comment block author dengan comment visitor supaya beda. Dari jaman template lama sampai template baru, berbekal 3 postingannya mbak Jovie, sudah aku praktekkan tapi kok belum berhasil ya
question . Yang ada malah aku ngawur ngedit background warna nya sendiri, dan jadinya comment blocknya colourful begini, walau antara author dan visitor nya masih sama. Gpp deh, berarti mesti harus banyak belajar lagi neh wink.

Tapi, yang bikin deg-degan nih, tagihan Speedy ku bulan depan berapa ya?! Coz dah over kuota banyak, padahal bulan Desember masih tersisa 6 hari, dan yang pasti demam blogging ku masih parah blogger-emoticon.blogspot.com .

Mengatasi Blinking Epson C45

0 komentar
Biar inget cara dan gampang carinya klo printerku rewel laghe…

Di zaman sekarang, internet adalah d’best problem solver 4 me. Selain buat cari bahan tugas kuliah (duluuu), atau cari review barang-barang yang mau kubeli, berhubung aku gaptek, internet juga buat mecahin masalah tentang komputer. Buat aku yang miss panic, dan ingin segala sesuatu kembali seperti keadaan sempurna a.s.a.p, komputer yang tiba-tiba jadi ‘hang’ nggak jelas adalah suatu masalah besar. Maka lebih baik mencegah daripada mengobati, pikirku. A few years ago, pas jaman virus Brontok lagi ngetrend, aku memanfaatkan internet, esp. my favourite search engine, google, buat cari penangkal virus ini, sebelum komputerku ‘sakit’ beneran. Bebas dari virus Brontok yang bikin heboh, ternyata ada virus Virtual Girl yang bikin komputerku ‘sakit’ beneran. Karena nggak tahu virus apa yang menghinggapi komputerku saat itu, aku masukkan keyword ‘peringatan dari virusnya’ di google, dan hasilnya aku menemukan beberapa result yang berhubungan. Nekat coba mbersihin virus sendiri lewat safe mode, seperti yang aku baca di website yang aku temukan. Hasilnya..jreng..jreng..memuaskan.Akhirnya, mulai saat itu kalau ada apa-apa dengan komputerku, aku memilih untuk mencoba mencarinya dulu di internet. Sekalian belajar.

Begitupun ketika tiba-tiba aja seminggu lalu, printer EPSON C45 ku tiba-tiba kedap-kedip nggak jelas. Lampu merah dan hijau nya bergantian nyala dan nggak mau berhenti. Mana lagi ada warning : Service Required blablabla… yang intinya diperlukan servis karena ada bagian dalam printer yang dah perlu diganti (Walah, ya mending beli baru *dah pengin ganti sebenernya*). Udah aku restart berulang kali komputernya, cabut pasang printer, sampe install ulang software printer tetep aja nol hasilnya. Akhirnya, kuputuskan search di google, pake keyword “Epson C45 service required” . Ah, ternyata ada banyak orang yang punya permasalahan yang sama, dan mereka menyebutnya, blinking. Aku buka sebuah forum, dan mereka menyarankan untuk install program SSC Service Utility. Beres nih, selesai sudah. Bentar lagi printerku bakalan bisa normal lagi.

Selesai install aku berniat untuk segera mempraktekkannya. Nah, lo, diapain ya, kok binun, gimana ya menjalankan aplikasi ini. Waduh, google ku beraksi laghe nih. Sekarang pake keyword “Blinking Epson C45”. Trus, nemu deh blog ini. Ternyata gini ne caranya :
  • Install SSC Service Utility
  • Hidupkan printer
  • Lalu jalankan programnya SSC Service Utility nya
  • Sesuaikan configurasinya untuk printer, untuk epson C45 bisa gunakan C4x
  • Klik kanan SSC service utility yang ada di System Tray.
  • Inkfresh : restore values back
  • Protection counter : reset protection counter
  • Kalo udah matiin printernya lalu hidupin lagi (dan biasanya printer epson kesayangan kita dah normal lagi)

Alhamdulillah, berhasil…blogger-emoticon.blogspot.com

Good job, Dewi!!! *NARSIS MODE:ON*

21 Desember 2008

Salary : Fact and Ideal

2 komentar
Saya sudah membaca artikel ini beberapa minggu yang lalu di blognya mas Anjar, dan mendownloadnya. Begitu membaca artikel ini, hati saya campur aduk, antara surprise dan miris. Di artikel ini, seorang Customer Service Officer (CSO) Bank, diberikan standar gaji yang lumayan besar, yaitu Rp 3.000.000-6.000.000. Saya kurang tahu, pakah standar ini adalah standar gaji seorang CSO di Jakarta, yang notabene biaya hidupnya lebih tinggi di kota-kota lain di Indonesia. Namun, jika memang iya, anggaplah, gaji di Surabaya ini 25% lebih rendah dari Jakarta, maka standar gaji CSO di Surabaya adalah Rp 2.250.000-4.500.000. Berbekal obrolan dengan teman saya yang bekerja di BCA, dengan pengakuan bahwa gajinya adalah Rp 1.6 juta-an, serta BRI (melalui outsourcing) juga dengan kisaran yang sama, maka terlihat, bahwa perusahaan masih belum menghargai SDM nya.

Pengalaman saya yang sempat diterima kerja di Bank Pensiunan di Madiun, melalui outsourcing, sebagai Teller, dengan gaji Rp 919.000 (Dengan outsourcing, bank, dan posisi yang sama untuk penempatan Surabaya, gaji Rp 1,1 juta), kemudian saya bandingkan dengan Standar Kelly Services ini. Teller Bank, menurut Kelly, disebutkan bergaji Rp 2.000.000-2.500.000. Jika dengan perumpamaan yang sama, bahwa gaji di Jakarta 25% lebih tinggi, maka sebenarnya gaji yang pantas untuk Teller adalah Rp 1.500.000-1.875.000



Dalam artikel ini juga disebutkan bahwa komoditas terbesar yang sangat membantu perekonomian Indonesia saat ini adalah dari perusahaan energi, bank dan finance, serta telekomunikasi. Teman saya, yang baru saja diterima kerja di Philips (Lampu), Surabaya, dalam program Manajemen Trainee menyebutkan bahwa, gaji yang dia terima adalah Rp 2, 8 juta plus tambahan Rp 4.500/hari untuk tunjangan transportasi (Hmm..dibawah harga bensin/liter, bahkan yang sudah turun harga 2x), dan Rp 1.500/hari untuk presensi/kehadiran. Teman saya tersebut berada satu level dengan Material Planner yang standar gajinya Rp 2.000.000-4.000.000. Jika dengan perumpamaan yang sama antara gaji Jakarta dan Surabaya, maka gaji teman saya yang pantas adalah Rp 1.500.000-3.000.000. Hmm..ternyata jika diperbandingkan begini, industri selain Bank dan Finance, lebih menghargai SDM nya ya?

Ah,bagaimanapun memang miris kalau ngomongin gaji yang sebenarnya 'pantas' diberikan dari perusahaan untuk kita, dan gaji kita ternyata tidak sesuai standar. Tapi, setidaknya, punya pekerjaan sampai tahun depan dan tidak ikut kena PHK besar-besaran seperti yang ada di berita ini, sudah lebih dari kata Alhamdulillah.



Lalu, bagaimana dengan nasib saya yang masih pengangguran blogger-emoticon.blogspot.com ?

18 Desember 2008

Realita reality show

1 komentar
Pernah nonton reality show kan?!

Sekitar 5 tahun lalu, genre tontontan semacam ini lagi booming bgt di Indonesia. Yang termasuk trendsetter nya nih, Katakan Cinta, di RCTI. Nah, 2 tahunan ini televisi dah mulai sepi dari reality show, tapi nyatanya beberapa bulan ini banyak reality show baru bermunculan. Kalo yang satu ini, trendsetter nya dari SCTV yang sudah nayangin banyak Reality Show “Asam Manis Cinta” nya sejak beberapa tahun lalu, yang kemudian banyak diikuti oleh stasiun TV lain, yang baru ada beberapa bulan belakangan.

Ngomongin soal genre tayangan ini, aku sudah agak-agak males ngliatnya. Karena nyatanya nih banyak bgt yang ternyata sudah diskenario-kan. Disusun sedemikian rupa supaya lebih dramatis. Contohnya nih, pas jaman dulu, Katakan Cinta masih booming-boomingnya, ada satu teman kuliah ku yang ditembak senior. Tapi kenyataannya, ternyata gak jadian beneran kok. Cuman pengin dapat hadiahnya aja. Begitu juga dengan cerita teman SMU ku yang ditembak ma teman seangkatannya. Padahal aku tau bgt, temen SMU ku tuh dah punya pacar. Hhh…desas-desus juga bilang, kalo ternyata itu juga permintaan dari pihak TV, yang penting ada yang ngisi acaranya, kali ya…


Nah, untuk yang Asam Manis Cinta nya SCTV, duluuu aku sukanya yang CLBK. Oops ..tapi sudah nggak lagi begitu tahu klo itu sudah dibikin script-nya sedemikian rupa. Yang aku ingat nih, ada episode yang saat itu, nayangin Tika T2 balikan lagi ma mantannya pas SMU. Tapi, beberapa minggu kemudian, aku ngeliat Tika, ada di infotainment, pacaran ma Arie Dwi Andhika sudah 2 tahunan umur pacarannya (waktu itu masih pacaran). Nah lo, jelas kan klo ternyata ternyata CLBK nya yang bohong…. Klo untuk Asam Manis Cinta yang lain, seperti Cinlok, Kontak Jodoh, wah nggak bgt deh. Keliatan bgt klo didramatisir, rite?!

Setelah dah nggak minat lagi nonton reality show apapun itu, beberapa bulan lalu, di tengah-tengah discuss ma salah satu temanku, dia cerita klo habis nonton salah satu reality show baru di RCTI, dan begini komentarnya “Makin nemen (parah, ed.) aja ya reality show jaman sekarang. Masa ada yang nglaporin bapaknya jalan ma temennya, dan ketauan nginep di hotel bareng. Bukannya itu malah buka aib keluarga?” . Masih belum minat nonton walau ndenger ceritanya , beberapa minggu yang lalu, salah satu temanku yang lain bilang, klo Termehek-Termehek (aku bener2 gak kepengin ngliat awalnya, denger judulnya aja aneh..), merupakan salah satu reality show yang bagus, karena presenternya ikutan menyelesaikan masalah, bukan asal bikin masalah tambah ‘panas’. Merasa penasaran, dua minggu lalu, aku ngliat acara ini, dan saat itu episodenya tentang seorang cewek yang mau ngembaliin cincin dari selingkuhannya yang nggak jelas alamat ‘n rumahnya dimana….awal, tengah cerita, seru, karena si cewek sempat bertengkar ma tunangannya selingkuhannya, tapi, ending nya….Waduh, ternyata selingkuhannya amnesia, habis kecelakaan.. Oh, it’s bad ending, isn't it? Gak seru, bukan?! Jadi, curiga nih, jangan-jangan gak ada cerita lain, sehingga dibikin ending amnesia, semacam sinetron. Hehehe3x.

Minggu lalu, aku nonton lagi Termehek-Mehek. Episode ini lumayan seru. Cerita tentang seorang pria yang punya 2 WIL, padahal dah punya istri dan anak. Hmm..bener apa kata temenku, klo memang ini kejadian nyata, bukannya ini malah bikin semua orang tahu permasalahan mereka. Dan malah bikin tambah ruwet masalah, plus malu… (Ngomong2 soal Termehek-mehek nih, aku barusan aja iseng googling, dan menemukan sebuah posting tentang tayangan ini di sini)

Sepertinya tugas Komisi Penyiaran Indonesia lebih banyak lagi ini, selain harus mengatur tentang sinetron dan infotainment (jangan cuma Empat Mata yang berhasil dicekal. Dari dulu sinetron dan infotainment cuma diprotes, tapi gak pernah dicekal..)

Aku penasaran, seperti apa sih, cara kerja mereka, jadi pengin mampir jadi crew nya, atau pura-pura jadi klien nya… wink

Btw, apa reality show favorit kamu?

20 November 2008

What Do U think about CPNS/PNS?

0 komentar

Curropt.

Ribet.



Begitu kira-kira komentar beberapa temanku begitu mendengar kata CPNS/PNS. Jawaban pertama, muncul karena banyaknya para pejabat negara yang ‘memakan’ uang negara. Rasanya, untuk stigma negatif ini lebih menggeneralisir bahwa semua PNS berbuat seperti itu. Untuk yang satu ini, aku kurang setuju. Budaya korupsi sudah mendarah daging di negeri ini. Semuanya tergantung dari individu masing-masing. Contoh kecilnya, adalah para juru parkir liar (yang jelas-jelas dia bukan berstatus PNS) yang dengan mudahnya memakai satu karcis retribusi parkir berkali-kali pakai, dan juga tarif parkirnya yang di atas tarif parkir resmi. Padahal jelas-jelas perbuatannya juga memakan pendapatan daerah.



Jawaban kedua, keluar dari mulut seorang sahabatku, yang bolak-balik mundur untuk mendaftar jadi CPNS karena dia tak punya kelengkapan apa pun. Surat Keterangan Catatan Kepolisian, Kartu Kuning Depnaker dan lain sebagainya. “Mau nglamar kerja ae kok sek angele”, gitu katanya. Sayang, cuma satu dari 1000 orang di negeri ini yang punya pikiran sama dengan sahabatku itu. Coba kalau lebih banyak yang seperti dia pastinya peminat CPNS akan sedikit. Tapi nyatanya, peminat CPNS masih tinggi. Peminat CPNS Departemen Luar Negeri saja, misalnya, untuk Tahun Anggaran 2008 ini, syarat administrasi yang masuk ke PO BOX yang mereka sediakan ada sekitar 13.000 berkas (Lihat di sini)



Rekrutmen CPNS memang lagi dilakukan serentak di hampir seluruh Departemen pemerintahan pada bulan September-November 2008 ini. Namun, ada beberapa Departemen yang tidak menyertakan jurusanku, Ilmu Komunikasi di formasinya (ex. CPNS Pemkot Surabaya, Sidoarjo,Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)). Dan yang lebih banyak mengecewakan lagi, ada banyak yang menyertakan jurusan Ilmu Komunikasi di formasi yang dibutuhkan Departemennya, namun pelaksanaannya di kota Jakarta atau di kota lain (ex. Sekretariat Negara, Depkominfo). Hhh….untuk yang satu ini, lebih baik aku nggak mendaftar deh, karena pasti berat di ongkos, padahal masih tes I dengan beribu-ribu pesaing.



Oya, jika aku ditanya apa yang aku pikirkan tentang CPNS/PNS adalah sistem yang kurang transparan. Pernah suatu kali, aku ikut registrasi online Bulog. Tanpa ada tanggal pengumuman seleksi administrasi plus kelengkapan administrasi apa saja yang harus disiapkan, tiba-tiba namaku dinyatakan tidak ada dalam daftar nama yang lolos seleksi. Aneh…

The newest one, ujian online depperin. Ujian online pertama, sebelum jadwal yang ditentukan, yaitu pada tanggal 18 Oktober 2008, 2 hari sebelumnya aku terima sms pemberitahuan ID, password serta waktu ujian online. Wah, keren nih, bondo bgt sms satu persatu peserta, gitu pikirku saat itu. Tapi, sayang, ternyata ujian online ini sangat mengewakan. Loadingnya lambat bgt, error melulu pula. Baru jawab soal no.1, klik lanjut, eh, yang muncul soal no.3. Ternyata, yang merasakan kekecewaan ini sepertinya bukan cuma aku saja, karena beberapa hari sesudahnya, ada ujian ulang online Depperin. Seperti pihak Depperin tahu akan masalah kekecewaan para peserta. Temenku, Dita, yang nggak dapat sms konfirmasi pada ujian online 1, ternyata malah dapat sms untuk mengikuti ujian online ulang Depperin ini. Sebaliknya, aku malah nggak dapat. Beruntung, salah satu temanku yang lain, yang juga nggak dapat sms konfirmasi pada ujian online ulang, mengecek imelnya, dan memberitahu aku, dan ternyata di inbox imel ku pun ada. Berbeda dengan ujian online yang pertama kali, ujian online ulang ini emang benar-benar lancar. Sama sekali berbeda dengan yang ujian online 1.



Next, lolos ujian online maka ada ujian tulis di Balai Diklat Industri Surabaya. Belum ada kejanggalan, sampai saat itu. Namun, sudah 2 minggu berlalu nih dari ujian tulis tersebut, tapi belum ada pengumuman siapa aja yang lolos seleksi ujian tulis-websitenya sudah aku cek tiap hari-. Seorang temanku yang bertanya pada salah satu panitianya saat itu, si panitia juga menyatakan belum tau kapan tanggal pastinya. Jika dibandingkan dengan ujian Dephub yang berlangsung 2 hari sebelumnya, dan diberitahu pasti kapan tanggal pengumuman seleksi ujian tulisnya, maka kecanggihan Depperin yang menggunakan sistem ujian online jadi percuma saja. Kalau begini, siapa yang bisa menjamin ‘tidak ada apa-apa’ di balik seleksi CPNS tersebut?! Sayang sekali, sudah habis uang banyak untuk mengadakan seleksi, belum lagi sekarang semua Departemen seperti berebut untuk ‘tampil’ yang paling maju di era internet ini, namun kok masih saja belum setransparan seperti yang digaung-gaungkan. Belum lagi, kalau ada jadwal pengumuman yang diundur-undur. Hhh… maaf saja, kalau masih ada kecurigaan.



Nah, sekarang aku lagi menunggu pengumuman seleksi administrasi BPK nih. Tidak ada tanggal pasti. Itu artinya harus online tiap hari atau seperti apa kata BPK, akan ada surat panggilan untuk mengikuti ujian per tahap yang akan dikirim ke alamat peserta. Wah, untuk yang kedua, aku salut bgt deh kalau memang terjadi *still waiting what’ll happen next.



Info terbaru 051208: aku sudah terima Surat Panggilan dari BPK..Good Job! Doain keterima ya...^_^. Meskipun jaraknya lama 'n gak ada kepastian juga pada awalnya, pengumuman Depperin juga sudah ada sejak 2 minggu yang lalu: Check this out

19 November 2008

On The 'Mudik' Way

0 komentar

Dalam empat bulan ini, aku sekeluarga sudah melakukan tiga kali perjalanan Surabaya-Jawa Tengah. Sayang, perjalanan pertama dan kedua adalah perjalanan duka. Yang pertama, bulan Juni 2008, sepupuku, Mas Agus, harus meninggal dunia di usia 32 tahun, karena kanker kelenjar getah bening yang telah lama menggerogoti tubuhnya. Perjalanan keduaku, bulan September 2008, juga disebabkan karena nenek tercintaku meninggal dunia. Maka perjalanan ketiga kali ini, perjalanan mudik pada H-3 Lebaran, agak terasa kurang ‘ngangenin’, karena baru saja pulang kampung beberapa bulan yang lalu. Namun, jelas saja, perjalanan mudik pastinya lebih terasa ‘heboh’ dibanding perjalanan pulang kampung biasa, karena jalan-jalan terasa lebih padat.



Dalam mudik kali ini, aku merasa ada yang hilang. Tentu saja, aku sudah membayangkan Lebaran tanpa Mbah Putri (aku memanggil nenek dengan sebutan mbah-javanese biggrin) yang pasti akan berbeda dengan hari Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Tapi, kali ini, yang akan aku tulis adalah bagaimana suasana mudik yang aku habiskan sekitar 10 jam perjalanan Surabaya-Magelang, dan 5 jam Magelang-Purwokerto (perjalanan kami sekeluarga memang sangat santai sekali, sekali jalan saja bisa berhenti makan, pipis, isi bensin aja sampe 3x, makanya Surabaya-Magelang saja, sampe 10 jam. Hehehe2).



Pos mudik, tentu saja, banyak menghiasi jalan di sepanjang perjalanan. Kebanyakan yang aku temui adalah di sepanjang perjalanan Surabaya-Ngawi. Selanjutnya, masuk provinsi Jawa Tengah, hal itu jarang ditemui. Kebanyakan pos mudik yang ada milik Indosat, Telkomsel, Indomie, bersama rivalnya, Mie Sedaap, serta ada pula pos mudik milik Astra. Sayang sekali, provider yang aku pake, XL, cuman ada 1-2 kali, dan itu saja dia hanya sebagai partner dari Astra. Sementara, spanduk-spanduk iklannya plus promo murahnya bertebaran dimana-mana, namun sayang, untuk pos mudik ini tampaknya, XL tidak memberi perhatian penuh sad. Padahal, rivalnya, Indosat, dengan sangat mudah posko mudiknya dapat ditemukan dimana-mana. Padahal nih, bukannya pos mudik begini adalah salah satu bentuk kampanye Public Relations Perusahaan, rite?! Gimana nih XL?!



Tertarik untuk mampir ke pos mudik, maka kami sekeluarga juga mencoba mampir ke pos mudik milik Mie Sedaap, tepatnya pas melakukan perjalanan pulang Magelang-Surabaya. Ini nih foto adekku, Eggy, yang lagi asyik makan mie Sedaap. Hehehe. Nggak kelupaan juga aku mencoba pijat refleksi yang disediakan gratis disini ( Sayang, nggak ada fotonya)


Oh ya, satu lagi, buat aku, perjalanan mudik Lebaran kali ini, yang berbeda adalah selain banyak spanduk iklan yang lebih rame daripada biasanya, adalah adanya spanduk iklan orang-orang yang 'nggak dikenal,' terutama di jalan lintas kota yang padat. Yup. Maksudnya, adalah, para caleg-caleg, capres (meskipun belum pasti mencalonkan diri, poster Soetrisno Bachir banyak banget ada di jalanan), plus juga ada kandidat cabup (seperti cabup Karanganyar, Hj. Rina) yang mulai memproklamirkan diri. Tampaknya, arus mudik kali ini memang dimanfaatkan begitu baik oleh para politikus ini…

 

My PLayGround Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipietoon | All Image Presented by Online Journal


This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates