30 Agustus 2009

Addicted to OL shopping

5 komentar
Sudah lama ya saya (lagi2) tidak membuat catatan kecil kehidupan saya di blog ini. Mengaku suka menulis, tapi nggak pernah posting, sama aja bohong sedih. Setelah addicted to FB-ing, sekarang saya lagi tergila-gila dengan Twitter. Sekali lagi, tak bisa saya bayangkan sebelumnya bahwa untuk mandi, atau makan saja semua orang di dunia harus tahu tentang itu.

Baik. Sesuai judul posting ini saya akan mencoba kegilaan baru saya yang lain, akibat telah 'terjerumus' di dunia maya.

Fenomena OL shopping memang sudah ada dari beberapa tahun yang lalu. Tapi, saya sama sekali tidak tertarik mencoba. Belanja dengan datang langsung ke toko dan menawar habis-habisan jelas punya kepuasan sendiri. Bisa tahu barangnya langsung + harga jauh lebih murah. Sampai akhirnya, banyak sekali OL Shop yang add FB saya. Tag nama saya di foto jualannya. Lama-lama, saya tergoda juga untuk melihat foto nya, komentar sana-sini, tanya via PM, tapi akhirnya cuma sekedar tanya, buat beli saya masih mikiiiirrr panjang (antara ragu + gak ada duit sengihnampakgigi)

Tapi, karena saya orangnya penasaran dan ingin sekali mencoba sesuatu yang baru, maka saya memutuskan buat beli barang yang murah dulu via OL. Pilihan saya jatuh pada PARFUM. Parfum KW. Saya sendiri bukan termasuk orang yang suka memakai parfum. Mending pakai body spray yang aromanya nggak bikin pusing. Tapi, nggak ada salahnya mencoba. Googling parfum favorit yang baunya enak. Cari review OL Shop yang recommended. Dan saya temukan di sini, salah satunya yang banyak membantu. Lalu pilihan saya jatuh pada toko ini.

Saya memutuskan untuk beli tester satu lusin parfum KWS, seharga Rp 80.000. Awalnya, saya tanya-tanya dulu lewat komen di blognya, via PM, 'n sms (oh ya, akhirnya saya juga bikin Multiply Account demi mencoba OL shopping ini encem ). Setelah order di hari Kamis, saya baru menerima barangnya hari Senin pagi. Awalnya, agak deg-degan juga kenapa kok lumayan lama nyampenya dari perkiraan 2-3 hari. Btw, dari 12 macam parfum yang saya pesen, cuman ada 5 macam parfum yang sesuai request saya (sisanya, pasrah dengan selera "Fresh Parfum" seller).

Seminggu kemudian, setelah puas dan lega karena belanjaan nyampai dengan selamat, saya memutuskan untuk beli tas KW. Googling, bandingin harga toko satu dengan yang lain, sampai bandingin harga dan barang nya langsung di Pasar Atom, Surabaya. Haha6. Agak ribet ya jadinya. OL Shop yang harusnya membuat belanja jadi lebih praktis, malah bikin ribet dan keluar ongkos banyak. Yah, namanya juga pembeli amatiran dan nggak mau rugi buat dapat harga yang paling murah senyumkenyit.

Finally, akhirnya saya membeli sebuah tas LV dari site ini.

Pilihan pertama karena alasan warna. Hampir semua tas yang sudah saya punya adalah warna coklat. Maka, saya mencoba menutup mata saya dari tas-tas warna coklat yang memang lebih banyak pilihan nya dibanding tas warna lain. Maka, saya memilih warna basic lainnya yang belum saya punya. Hitam. Pilihan kedua, karena modelnya unik. Belum pernah saya melihat tas LV model begini. Sayangnya, waktu saya mencoba ke site aslinya, kok nggak ada model seperti ini??? Haha6x. Sutra lah, yang jelas butik88.com ini membuat saya puaaass sekali belanja di sini. Karena pertanyaan saya dijawab dengan baik oleh CS nya via SMS dan YM. Dan beda dengan pengalaman belanja OL pertama saya, barangnya nyampe cuma satu hari!!! Senin jam 12, saya transfer, eh, Selasa siang sudah nyampe. Padahal ongkir nya sama-sama Rp 14.000. Dan satu lagi, Hari Sabtu dan Minggu pun masih terima order dan pengiriman.

Ohya, harga tas di site ini juga lebih murah dibanding yang lain. Karena saya seringkali menemukan tas dengan model dan foto yang sama, namun harga beda. Maka, lagi-lagi saya googling dengan keyword kode tas, dan tenyata di site ini yang paling murah. Di site ini, foto tas nya juga lengkap. Tampak depan, belakang, samping, dalam, semuanya ada. Jadi lebih mantep rasanya belanja di sini. Setelah barangnya nyampe pun, ternyata harganya worth it dengan barangnya. Its very recommended seller!

Selisih dua minggu kemudian, saya mencoba mencari tas lagi. Kali ini tas selempang warna merah. Lucu aja punya tas warna merah, lagipula tas merah cocok dipadukan dengan baju warna hitam, putih atau merah. Setelah gagal membeli tas LV selempang warna merah, karena dah Sold Out (dan seller baru memberitahukannya di detik-detik terakhir saya mau transfer), setiap kali ada tas KW yang warna merah dan bisa diselempang, saya langsung tanya sana-sini ma seller nya. Kepenginnya sih saya beli lagi di site yang kemaren, tapi karena Chanel Classic Red nya adanya Gold Chain, padahal saya penginnya Silver Chain, plus warna merahnya yang ketuaan, akhirnya lagi-lagi saya pending deh dan mencari-cari OL Shop lain. Sampai akhirnya, saya melihat ada tas yang sesuai keinginan di salah satu OL Shop di Facebook. Sebenernya, jujur, buat yang ini, saya agak pasrah, habisnya fotonya cuman ada tampak depan saja. Tapi, karena saya sudah capek cari-cari tas lagi, dan dah mupeng ma warna merahnya yang ngejreng, akhirnya saya memutuskan buat beli.

Lagipula, yang beda nih ma OL Shop lain, fotonya ini foto jepretan asli. Sayangnya, waktu saya mencoba tanya panjang lebar via sms, jawabannya kurang memuaskan. Terlalu pendek, dan tidak menjawab semua pertanyaan2 saya.

Karena saya baru bisa transfer hari Minggu, dan di hari sebelumnya, saya sudah tanya batas transfer jam berapa, dan seller bilang kalau batas transfernya jam 16.00, maka lega lah saya, karena kalau saya transfer jam 15.00, masih bisa dunk buat dikirim di hari yang sama. Selesai transfer, saya confirm, dan berharap dikirim di hari itu juga, sesuai sms nya sebelumnya. Tapi, ternyata, seller bilang nggak bisa, TIKI di tempatnya tutup jam 12 (Loh??? Loh kok beda jawabannya ma yang kemaren?? ) dan barang baru akan dikirim hari Selasa (hari Senin nya tanggal merah, 17 Agustus). Oh, Ok lah, toh saya juga nggak keburu-buru.

Selasa, saya nggak confirm lagi dunk, karena saya pikir, seller nya pasti inget dan sudah nyatet. Tapi, ternyata, jam 19.30 an ada sms, "Sist, yg kmren pesen tas ya. Saya tunggu sms nya kok nggak ada.", saya bales " Loh, jadi blm dikirim? Saya kan pesennya dah dari hr Minggu. Sy pikir mbak dah tahu.", "Oh, sorry, ya udah, saya kirim hari ini.", balasnya lagi via SMS.

Agak mengherankan memang kok jadi jam setengah 8 mlm kok bisa kirim barang, setelah awalnya bilang max. jam 16.00, lalu berubah ke jam 12.00. It doesnt matter, mungkin dia punya urusan yang lebih penting saat di hari Minggu kemaren.

Untungnya, Rabu siang saya sudah terima tas nya. Alhamdulillah melebihi harapan saya. Karena fotonya cuma tampak depan saja, maka saya nggak nyangka kalau tasnya double flap. Yang agak saya sesalkan adalah ada beberapa kulit nya yang sudah mengelupas (kecil2 ngelupasnya, tidak terlalu terlihat). Saya sudah complain ke seller nya, tapi yah mau gimana lagi, ribet bgt kalau harus kirim balik. Saya nya saja yang nantinya harus lebih hati-hati makainya.

Ok, kesimpulannya, belanja OL tidak menakutkan kok ternyata. Bikin ketagihan bgt, malah. Sebulan kemaren saya 3x belanja OL. Dampaknya terasa bgt bulan ini, tabungan habis dan saya sedang kebingungan mencari modal di hari Lebaran besok nangih.

06 Juli 2009

Panjaaaang ceritanyaaaa :D

9 komentar

Kata orang, perempuan punya kesempatan lebih banyak untuk memilih pasangan yang dirasa tepat mendampingi sisa-sisa hidupnya.

Cocok, jalan.

Gak cocok, tolak aja, dan pilih yang lainnya.

Maka, meskipun telah menjalani masa pacaran yang lama dengan kekasih saya, saya masih mencoba membuka hati kepada laki-laki lain. Sebelum janur kuning melengkung, kata orang.


Teman laki-laki saya sedikit sekali.

Kalau berkenalan karena sekelas, seangkatan atau satu sekolah, itu pasti sekedar teman saya.

Kalau di luar itu, oh berarti itu kekasih saya.

(Tidak dikriteriakan begitu, tapi nyatanya saya selalu berpacaran dengan laki-laki di luar lingkungan teman-teman sekolah)

Maka, begitu heran dan shock nya saya, kekasih saya yang sekarang, begitu over protective nya pada saya.

Tak boleh ada nama seorang laki-laki pun dalam daftar teman saya.

Maka,

Saya tutup account Friendster. Atas suruhannya.

Saya buat account Facebook. Tanpa sepengetahuannya.

Bohong?

Ah, saya masih lebih memilih bohong daripada harus kehilangan teman-teman terbaik saya.

Toh, tujuan saya hanya satu. Hanya ingin menambah teman dan menjalin silahturahmi pada teman-teman lama.

Dan saya juga tetap ingin bersama dia. Belahan hati saya.

Walau, saya tahu konsekuensinya, ketika saya menikah dengannya nanti, saya harus mau mengikuti apa katanya, sebagai suami saya.

Seperti dia selalu bilang, itu semua demi kebaikan saya. Dia tidak mau saya tergoda rayuan laki-laki lain.

"Ah, tapi bukan begitu caranya!!!" , begitu sanggahan saya.

"Saya bisa dipercaya. Berteman bukan berarti saya suka dengan laki-laki itu. Menjawab telepon, membalas SMS… Sama seperti kamu berteman dengan teman-teman perempuanmu."

"Pokoknya nggak!!!", tegasnya

Dan begitulah titik klimaksnya ketika kami berdebat tentang ini. Ego, keras kepala, bercampur dengan rasa sayang dan cemburu yang berlebihan.

Kalaupun dia bilang, "Ok, kamu silahkan berteman dengan siapa saja… Saya toh nggak mau tahu." , dan itu artinya "Sudah dinasehatin satu kali, maka buang-buang waktu buat tanya-tanya lagi!!!"

At this end, I choose my own way.


Dan saat itu ternyata tiba,

Disaat gundah-gundahnya dengan hubungan saya dengan kekasih dengan sifat seperti itu, saya menjalin hubungan akrab dengan sahabat lama saya di SMA. Tentu saja, bukan karena FB. Namanya sudah lama ada contact list Hp saya. Mula-mula sms biasa, walau lama-lama jadi sms nggak penting. Tapi tetap saja, kami nggak pernah menggunakan kata-kata yang "lebih dari teman". Hanya sekedar perhatian. Yang jarang sekali kekasih saya lakukan.

Tapi, saya merasa telah membagi hati saya kepada laki-laki lain. Kekasih saya bukan satu-satunya laki-laki dalam hidup saya saat itu yang bisa membuat saya bahagia.

Saya khilaf.

Yah, meski, sekali lagi, antara saya dan dia, tidak pernah ada kata-kata yang menjurus lebih dari sekedar hubungan persahabatan.

Dan, saya masih tetap mantap memilih kekasih saya.

Maka, ketika waktu berlalu,

Sahabat saya memberi kabar kalau dia telah jadian dengan perempuan lain.

Perasaan saya? Biasa saja.

Saya sampai heran, padahal dulu saya sempat cemburu, ketika dia memuji perempuan lain di hadapan saya. Ah, ternyata…

Itu hanya perasaan lalu.

Sesaat.

Berbeda pasti, jika saya mendengar kekasih saya jadian dengan perempuan lain. Walau sudah 5,5 tahun pacaran, pasti saya akan marah, dan cemburu berat jika dia melakukan itu.


Ah, ternyata kamu benar, sayang.

Saya tergoda.

Dan saya tak menyesali proses ini.

Jika tidak begitu, bagaimana bisa tahu kelebihan kekasih dibanding dengan lelaki lain (Dan saya menemukan banyak kelebihan pada diri kekasih tercinta).

He's the best 4 me. Only n forever malu.

05 Juli 2009

Sindrom 25

3 komentar

Mungkin inilah yang dinamakan sindrom umur 25 tahun.

Untuk perempuan yang akan atau telah memasuki umur seperempat abad.


Sudah seringkali saya membaca status Facebook teman-teman perempuan sebaya saya yang berbunyi:

"Datang ke acara keluarga, pasti itu terus pertanyaannya..."

"Bulan ini musim nikah.. Aku kapan???"

...dan status sejenisnya.


Saya yang membaca ini pun jadi geleng-geleng kepala, karena saya pernah membaca 10 status yang artinya sama, yang ditulis oleh teman yang berbeda, pada hari yang sama.

Seperti janjian dulu menulis status ini.


Sudah betapa ngebetnya mereka-mereka menikah ya...

SAMA SEPERTI SAYA!!!

sengihnampakgigi


Entahlah.

Pertanyaan tentang pernikahan ini memang makin menganggu dan mengelilingi kehidupan saya beberapa bulan terakhir ini


Kalau itu dilontarkan dari mulut seorang teman, atau saudara,

Ah, masa bodo!!!


Masalahnya, pertanyaan ini datang dari mulut ibu saya sendiri bising

"Kapan perkenalan???"

"Kapan dilamar??",

terkadang sambil menyebut nama seorang tante (baik adik kandungnya atau tante "tetangga" dan "teman" beliau yang sudah mempunyai cucu)

"Masa kalah..."


Serta dari mulut adek saya, Eggy, yang senang banget dengan anak kecil

"Mbak Dewi tahun depan ya...",

dan dia sudah membayangkan akan punya keponakan tahun depan,

sambil bertanya-tanya akan diberi nama apa anak saya nanti.


DOH!!!

*sambil berpikir klo tujuannya cuma cucu dan keponakan, apa mending kawin aja daripada nikah??? *


Untunglah saya sudah punya pacar 5,5 tahun terakhir ini.

Walau belum ada signal-signal akan diresmikan ke pelaminangigil


Agak berbeda ceritanya ketika seorang teman saya yang lain, dianjurkan (atau disuruh?) nikah tahun depan oleh ibu nya, padahal dia (sedang) nggak punya pacar.

Hmm... masih lebih baik nasib saya, bukan ??!


Ooh, ibu-ibu itu tega nian!!!

Jadi kepikiran sbenarnya ini sindrom gadis umur 25 tahun, atau sindrom para ibu yang takut anak gadisnya nggak nikah-nikah fikir ???

22 Juni 2009

Menulis Tulisan

2 komentar

Menulis.

Saya selalu menulis ini ketika ada daftar pertanyaan tentang Your Hobby, Hobi:, Hobby:, Apa Hobimu?, dst.

Yang saya ingat, saya mulai senang merangkai kata-kata, ketika di bangku Sekolah Dasar.

Dalam Diary. Menolak nasehat ibu dalam sebuah buku kecil (Oooh, Im sorry, Mom..)

Menulis perasaan dag dig dug saya pada seorang teman laki-laki yang mulai muncul, ketika saya mulai beranjak ABG, hingga kekesalan-kekesalan saya ketika sang pacar tidak datang ngapelin saya, tanggal jadian sampai tanggal putus, SEMUA NYA LENGKAP!!!

Sampai SMA, kegiatan itu masih saja saya lakukan. Hal nggak penting menjadi sesuatu yang penting untuk ditulis.

Hmm, sepertinya itu fenomena yang sama yang terjadi sekarang ini ya. Facebook, Twitter, Plurk. Doh!

Namanya juga musim lebay (baca tulisan saya yang ini).

Begitu banyak yang (mengaku) hobi nulis, bakat menulis, sehingga sungguh banyak sekali sekarang, novel-novel baru yang diterbitkan. Dari yang orisinil, hingga 'mengekor' tren-tren yang ada. Saya, pernah membeli sebuah novel milik Pencipta Lagu Lokal yang terkenal. Lagu ciptaannya selalu menjadi hits dimana-mana. Dirundung rasa penasaran, maka saya membeli novel karyanya. Tapi, sungguh benar-benar mengecewakan, novel yang berbentuk kumpulan cerpen itu, tak ada satu pun yang menarik!!! Bahkan, lebih bagus cerpen-cerpen yang ada dalam majalah remaja, kalau saya bilang.

Masuk dalam dunia blog, ternyata apa yang dikategorikan dengan menulis, banyak ragamnya.

Curhat. Cari uang. Membagikan ilmu. Berbagi informasi.

Nambah teman. Meningkatkan page rank. Ikutan lomba Blog Favorit.

Berpikir. Kreatif. Atau Copy Paste?

Semuanya adalah sebuah pilihan.

Dan bagi saya menulis tetap menjadi pilihan yang 'melegakan' hati ketika saya ingin mengumpat, bercerita, tapi tak ada yang mengerti bagaimana kondisi saya sebenarnya. Saya kemudian memilih untuk menciptakan dan merangkai kata-kata saya sendiri. Dunia saya. Imajinasi saya. Tak ada satu pun yang tahu, saya menulis kenyataan atau sekedar fiksi belaka kan =p?!

Dan kadangkala, menulis yang paling nyaman adalah ketika mengungkapkan semua yang ada di hati tanpa ada seorang pun yang tahu. Sama seperti dalam diary. Dan ketakutan ketika Diary kita berada di tangan orang lain.

Sama seperti pendapat seseorang yang saya kenal, yang punya sebuah blog, namun ketika saya meminta alamat blog nya, dia menolak

"Blogku bukan untuk konsumsi publik", katanya

"Loh?", aku heran dengan jawabannya.

"Aku cuman ingin menulis. Untuk diriku sendiri."

Saya terpana mendengar jawabannya saat itu. Saya malu!!!

Yup. Kamu benar.

Saya pernah berada dalam golongan orang-orang yang menulis blog, karena membutuhkan komentar orang lain tentang apa yang saya tulis dan berharap mereka membaca, memberikan pendapat, lalu memuji.

Namun, kini saya benar-benar tahu, perasaan dan kerinduan saya terhadap hobi ini sudah memuncak. Saya tak butuh eksistensi (Maka, saya hapus Shoutbox di blog saya!)

Saya hanya ingin menulis. Jujur pada hati saya. Tak ada batas.

Ah, saya rindu kamu!!!

21 Juni 2009

Duniaku. Kini.

1 komentar

Disinilah aku sekarang.

Kata orang-orang, -sebelum aku memasuki dunia ini- , inilah sebenarnya apa yang disebut dengan "Kehidupan yang sebenarnya".

Kehidupan yang penuh dengan orang-orang yang penuh dengan berbagai kepentingan.

Uang. Kekuasaan.

Menuntut hak. Lebih.

Melakukan kewajiban. Biasa.

Aku, si anak baru ini, hanya mendengar bisik-bisik si A, si B, si C, si D dst. Diam tanpa kata.

Aku tak pernah ingin –atau belum?- ikut-ikutan membicarakan hak yang semestinya didapat lebih dari atasan, jatah tunjangan yang nggak 'turun-turun', dst.

Satu-satunya yang aku inginkan adalah aku ingin merasa nyaman melakukan rutinitas yang membosankan disana setiap hari Senin-Jumat.

Tak harus menghitung hari kapan hari Sabtu tiba. Tidak harus deg-degan setiap saat jika mengerjakan pekerjaanku.

Tidakkah mereka mengerti, aku masih belajar!!!

I've done d best I can do.

Tapi, mereka hanya bisa memprotes. PROTES. P-R-O-T-E-S.

Mengkritik. KRITIK. K-R-I-T-I-K.

Mengomentari apa yang bisa dikomentari.

Sedangkan teman seangkatanku, putra Komisaris, putri Dirut, keponakan mereka, hanya didiamkan saja. Berani membicarakan di belakang mereka, tapi hanya diam di depan mereka.

Aku yang bukan anak siapa-siapa disana, hanya bisa mendengar, tersenyum kecut, dan menjawab "Ya, mbak…".

Sedangkan jika mereka melakukan kesalahan, aku hanya bisa diam. Membisu.

Bahkan untuk bertanya, aku pun malas!

Hhh…aku lelah!!!

Apa memang harus begini menjalani kehidupan sebagai seorang junior??? Seorang karyawan???

Aku hanya ingin dihargai. Diperlakukan sama. Adil.

Ya Allah, jadikanlah Hamba Mu ini golongan orang-orang yang selalu bersyukur….

Amien. Ya Rabb.

29 Maret 2009

Heyyy.... Im back!!!!!!!!

1 komentar
Hmmm... sudah lama juga ya aku nggak blogging... Satu bulan ini memang banyak kejadian2 yang membuat aku jadi kembali ke dunia normal laghe...Hahaha2.

Keasyikan ngenet gila2an ketika ada Speedy di rumah, utak-atik blog habis2an, donlot lagu gendheng2an (gila2an maksudnya..), ternyata memang benar membuat kompi ku menjadi mati mendadak (baca: RUSAK), sehingga harus (mau nggak mau) di format ulang. Untunglah kebiasaan meng backup data ku secara rajin masih kulaksanakan. Tapi, oooh, ternyata, Allah memang tahu bagaimana cara menegur ku, akibat ngabisin uang bayar billing Speedy yang bikin kantong jebol itu, DVD BACKUP ANNYA NGGAK BISA KEBACA!!!!!!!!

Hufff... benar2 sial, bukan???? Jadilah pengorbananku donlot sana-donlot sini, ngabisin kuota (bahkan selalu over), sia-sia sudah...

Ternyata, hidup tanpa internet di rumah, membuat aku lebih nyaman, kurasa. Untuk Facebook-an aku sih masih bisa mengandalkan layar HP ku yang mungil. Blog 'n Plurk yang terbengkalai, tapi yah, jadwal hidup ku jadi back to normal again. Klo kemaren2 malem2 sepulangnya dari kantor aja aku masih sempet-sempetin nongkrong di depan kompi, sekarang aku lebih milih untuk nonton TV (berita atau sinetron. Hehehe2), makan malam 'n tidur. Aku memang bukan orang yang pinter membagi waktu, dan aku ngerasain bgt 4 bulan aku ber-Speedy aku merasa jadwal hidup ku dihabiskan oleh candu berinternet ria. Hoho2.... Lebay bgt ya....

Sebulan terakhir ini, banyak hal juga yang terjadi pada diriku. Diterima kerja di tempat kerja yang benar-benar sesuai dengan impianku selama ini. Di sebuah bank, deket rumah, masa depan menjanjikan. Alhamdulillah.... Benar-benar berbalik 180 derajat dari perusahaan lama yang aku tinggalkan, walau hanya sebulan saja kerja di sana. Namun, aku jadi tahu bahwa ternyata Allah memang baik bgt sama aku. Ternyata, ini maksud NYA, aku nggak diterima di perusahaan A, B, C, duluuuu itu, karena DIA sudah menyiapkan ini semua untukku. Thx, God...

Baru 3 minggu kerja di tempat baru, ternyata benar-benar membuat aku jadi bersyukur bgt jadi orang 'biasa'.... Ternyata, aku jadi tahu bahwa ternyata doa, usaha 'n keberuntunganku sangat bueeesar sekali dalam mendapatkan pekerjaan ini. Menjadi satu-satunya orang 'biasa', yang diterima kerja di sana, berbeda dengan ketiga orang temanku yang lain^^. Walaupun, sampai saat ini, aku jadi bingung untuk menumpahkan perasaan ku ke siapa kejadian2 yang ada di kantor, kecuali ma orang-orang rumah, pastinya....

OK, sekian dulu ceritanya di bulan ini. Hoho2.... Harus ke warnet dulu nih, buat blogging, apalagi klo Sabtu Minggu begini, sekarang bawaannya pengin melungker di kasur aja, jadi maklum ya klo dah jarang cerita-cerita.... But i promise for keeping posting, although it'll be once a month. Hahaha6x.

16 Februari 2009

(Semoga bukan) tanda-tanda kiamat (memang benar) sudah semakin dekat :-(

9 komentar
Media massa beberapa minggu ini heboh memuat berita tentang Ponari, dukun cilik dari Jombang (coba baca ini).

Saya merasa miris, bercampur dengan takjub, heran dan khawatir ketika melihat banyak sekali orang yang datang mengantre untuk berobat kepada Ponari.

Perasaan yang sama ketika saya melihat kejadian pembagian zakat yang terjadi di bulan Ramadhan lalu yang menewaskan beberapa orang.

Apakah terlalu banyak orang yang sedang sakit saat ini?

Apakah terlalu banyak orang miskin saat ini?

Hmm, saya tak mau membahasnya soal itu kali ini, pasti akan sangat panjang (Biarlah menjadi tugas para kritikus dan politisi saja untuk membahas masalah ini dari sisi 'gagalnya' pemerintah dalam mengatasi kemiskinan, pelayanan kesehatan dsb.)

Yang pasti, yang terlintas pada saya saat melihat berita Ponari adalah apakah begitu hebatnya kuasa mistik saat ini sehingga banyak orang yang mempercayainya?

Pengobatan alternatif memang merupakan salah satu cara untuk mengobati penyakit ketika kepercayaan pasien pada dokter sudah semakin menipis, dan ketika jalan logika sudah tidak membuahkan hasil.

Tapi, meski antara percaya tidak percaya dengan pengobatan alternatif, namun saya tetap setuju setuju saja, jika memang dokter sudah angkat tangan, boleh saja mencoba pengobatan alternatif. Namun, tentu saja, harus tetap pengobatan alternatif yang masuk di akal (seperti pijat, mungkin).

Saya jadi ingat dengan kisah (alm.) Pakdhe saya yang sakit stroke. Saat itu pihak keluarga sudah mau membawanya ke seorang yang dianggap "pintar" yang sudah terbukti dapat menyembuhkan orang berpenyakit sama, namun karena orang "pintar" tersebut dirasa janggal, dan punya hubungan dengan bangsa jin dalam menyembuhkan pasiennya, maka Pakdhe saya menolak mentah-mentah ajakan tersebut. Di saat sakit parah, beliau masih saja memikirkan apa itu syirik, musyrik dan sebagainya. Hmm… betapa tidak banyak orang yang seperti beliau, yang memilih untuk lebih baik sakit di dunia daripada di akhirat.

Entahlah, saya sendiri masih menerawang dan memberi tanda tanya besar pada semua hal yang mistik. Tidak hanya pada pengobatan alternatif dan segala kelengkapannya, namun juga pada hal-hal yang berbau Kejawen.

Untunglah, meskipun saya orang Jawa asli, namun keluarga besar saya tidak menganut asas Kejawen dalam hidupnya. Sekedar hanya menuruti ajaran orang-orang kuno Jawa, yang masih masuk di akal bolehlah, seperti jangan menyapu malam-malam, nanti rejekinya hilang (padahal saya juga tidak tahu, apa hubungan sebab akibatnya sih..), jangan keluar waktu Maghrib, jangan duduk di depan pintu, dan lain sebagainya.

Hmm, saya jadi ingat ketika bulan puasa lalu, ketika mudik ke Magelang, saya sempat melihat pagelaran Jantilan. Pagelaran yang diadakan setiap kali ada warga yang mempunyai hajatan penting, seperti pernikahan dan khitanan. Semacam tari-tarian dengan memakai topeng diiringi gamelan dan lagu Jawa, dan biasanya di akhir pertunjukan tersebut akan ada yang kesurupan. Pada saat itu, ada satu warga yang kesurupan dan baru sadar keesokan harinya, ketika dia akhirnya dibawa ke kuburan sang arwah yang mengisi raganya. Dan sebab musabab kesurupannya, ternyata adalah karena bunga sesajen nya kurang satu jenis .

Jujur, dalam hati saya, saya tak percaya dengan semua hal tersebut, namun ada buktinya juga jika semua ini memang ada dalam kehidupan kita.

Teringat pula ketika saya masih kuliah, ada tugas tentang meneliti media massa yang dirasa "aneh", dan saya memilih menganalisis isi majalah Liberty (sejak ada isu UU Pornografi, cover majalah ini sudah agak berbeda dengan sebelum ada isu UU Pornografi, namun saya tidak tahu juga isinya, karena saya tidak pernah membelinya lagi sejak tugas kuliah saya selesai). Agak terkaget-kaget juga saya melihat isi iklan yang ada dalam majalah ini, karena ternyata semua iklannya adalah tentang jual beli benda pusaka, pemasangan susuk, dan hal-hal ‘ajaib’ lainnya. Dan yang membuat saya menghela nafas berkali-kali adalah dalam iklan tersebut ada kutipan ayat-ayat Al-Quran. Saya benar-benar tak habis pikir, kenapa orang-orang tersebut berani mengatasnamakan agama untuk kepentingan syirik yang sebenarnya sangat sangat melenceng dari ajaran agama Islam.

Saya memang tahu ada beberapa ayat Alquran, Hadits yang bisa ‘menolong’ kita dari kepentingan duniawi. Di beberapa pondok pesantren pun diajarkan tentang hal itu. Tapi, saya yakin, bahwa Allah selalu memberikan petunjuk-petunjuk itu untuk digunakan umatNYA dalam hal kebaikan, bukan untuk saling menjegal lawan atau rivalnya dalam melakukan bisnis, atau untuk mempercantik diri , “mempesona diri” dengan memakai susuk. Karena yang saya tahu, Allah pun tidak menyukai sesuatu yang palsu. Bagi saya, kutipan ayat-ayat suci Alquran yang juga ampuh untuk mengobati masalah duniawai, justru akan menjadi sebuah cobaan bagi umatnya, apakah ia akan terus mempergunakannya untuk kepentingan yang baik, atau justru akan memperdagangkannya untuk kepentingan duniawi miliknya sendiri.

Adanya publikasi dunia mistik yang makin marak ada dalam media massa beberapa tahun belakangan ini, juga membuat saya geleng-geleng kepala berulang kali, karena jika dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu yang hanya berkisar tentang zodiac dan shio di media massa, maka sekarang dunia mistik memang sudah dianggap hal yang wajar dan bahkan selalu membuat pemirsa/pembaca media dibikin penasaran dibuatnya. Sudah berapa ribu kali wajah Mama Lauren atau Ki Joko Bodo muncul di media? Sama seringnya mungkin dengan munculnya wajah Luna Maya dan Ahmad Dhani di media. Yah, semoga ini memang bukan suatu tanda bahwa kiamat sudah dekat. Ketika kepercayaan pada Sang Maha Kuasa, Yang Maha Berkehendak telah digantikan dengan kepercayaan terhadap manusia, benda, bahkan hanya kepada insting manusia.

Saya mungkin keliru, ilmu agama saya juga belum begitu dalam, sejauh ini saya hanya mengungkapkan apa yang ada di pikiran saya dalam hal ini, jika ada yang mau berbagi pendapat, saya dengan senang hati menerimanya. Ditunggu ya…

11 Februari 2009

Lagi musim lebay

5 komentar
Ada topik yang menarik buat saya, di Intisari bulan Februari ini. Judulnya “Ramai-ramai jadi Wartawan Warga”. Citizen journalism, bahasa kerennya. Artikelnya bercerita tentang warga biasa, yang bukan berprofesi wartawan, yang kini juga mulai menulis dan melaporkan apa yang terjadi di sekitar mereka pada orang lain. Warga biasa kini bukan lagi sebagai pihak pasif yang menerima informasi, namun sudah sebagai pihak aktif yang juga mulai menulis dan menyebarkan berita.

Fenomena ini, tentu saja berkat perkembangan internet. Dalam Intisari sendiri, dicontohkan bahwa peristiwa bom yang terjadi di Mumbai beberapa bulan lalu dapat segera menyebar luas dari situs Twitter yang diakses melalui HP oleh salah satu anggota komunitas Twitter.

Media lain untuk citizen journalism ini adalah blog, pastinya. Sudah berapa juta orang di dunia ini yang punya blog? Saya baru beberapa bulan lalu, benar-benar tahu dunia blog. Surprise karena ternyata saya menemukan ada anak kecil yang sudah punya blog, seperti TheZiehan, yang umurnya baru 13 tahun. Dibandingkan dengan ketika saya masih umur segitu, paling banter saya main tamagochi. Geleng-geleng kepala, ketika blogwalking, tenyata ada banyak blog yang hanya copas sana-copas sini. Setidaknya, untuk mengikuti tren atau meningkatkan page rank web nya ya??? Terkesima, karena banyak blog yang tulisannya bagus, walau mereka bukan penulis professional. Salah satunya, ini atau teman saya ini yang saya suka gaya tulisannya. Saya sendiri? Ah, saya sih cuma menulis apa yang saya tulis dengan bahasa apa adanya saya… Belum pintar ‘bermain’ kata. Sealiran dengan teman saya ini. Senang juga blogwalking, karena juga menemukan media tulisan sehari-harinya penulis-penulis professional, seperti miliknya, dan miliknya.


Back to Twitter, saya sendiri nggak punya account Twitter, karena saya sudah punya account di micro blogging yang mirip dengan Twitter, yaitu Plurk. Awal pengin punya Plurk, saya lihat dari blog ini. Saya pikir Plurk itu apa dan ngapain… ternyata, we must share what we are doing to the world….Hahahaha2 . Lebay ya… belum lagi, ketika awal saya punya Plurk, saya masih males dan binun mau nulis apa, akhirnya saya biarin aja tuh Plurk nganggur. Eh, ternyata ada mbah karma nya juga, yang ngamuk kalau absen ngeplurk sehari aja. Saya memang tidak (atau belum?) seperti Wening yang sudah menganut tag line Plurk, put your life on the line, dalam hidupnya. Hahaha2. Saya jadi inget semalam di tret milik Wening, dia bilang kalau pacarnya habis membuatkannya account Telkomsel Flash plus rekeningnya yang juga jadi tanggungan pacarnya, karena sang pacar merasa kasihan pada Wening dan mengatakan “aku kasian ma kamu, kayanya kamu nggak bisa sehari aja hidup tanpa ngeplurk …”. Wakakakkawww .

Sebelum saya tahu Plurk, sebenarnya sudah ada fasilitas shoutout di Friendster (FS) yang juga bisa memberi tahu pada dunia apa yang sedang kamu rasakan, sedang kamu pikirkan atau apa yang sedang kamu lakukan… tapi, karena tidak ada fasilitas memberikan komentar , yang akhirnya bisa jadi ajang cela-celaan, ajang gossip, ajang curhat, maka fasilitas ini tampaknya nggak laku di FS. Beda dengan saingan FS yang makin berjaya, Facebook (FB), yang menyediakan fasilitas ini, maka status “What are u doing at the moment” milik FB, lebih eksis. Begitu pula dengan comment foto di FB, yang ramai banget, karena ada tambahan fasilitas tag. Padahal FS juga punya fasilitas photo comment, tapi sepi-sepi saja tuh. Apa cuma karena fasilitas tagnya saja yang membuat FB lebih ‘juara’? Saya rasa bukan itu ya, bagi saya yang istimewa adalah News Feed yang ada di Home milik kita. Karena semuanya update milik teman kita akan dengan segera diumumkan disitu. Tanpa harus ngeklik apa-apa lagi, kita sudah testi teman kita satu sama lain, contoh : Sierra wrote on Lia's wall: Ayo, kapan kita jalan-jalan?, beda dengan update FS yang harus diklik lagi, contoh. Lia received new comment (buat tahu apa komen yang ada di pagenya Lia, kita harus ngeklik lagi).
Sedangkan FB sekali klik saja sudah bisa mencela, memuji, mengomentari teman, tanpa harus masuk ke page na teman. Cukup dari News Feed yang ada di Home account FB kita (otomatis kelebihan yang dimiliki FB ini juga jadi kekurangannya karena terlalu 'ember' bgt, makanya jangan nulis gosip yang aneh-aneh disini ya). Red bubble mark notifications FB yang bikin risih kalau nggak diklik juga membantu kita terupdate terus dari komen foto-foto yang ada tag kita, atau status kita atau milik teman kita yang kita komentari. Beda dengan FS yang new messages, new testimonial nya yang nggak punya “tanda yang bikin risih dilihat kalau nggak diklik”. Keistimewaan FB lainnya adalah tampilan FB yang sederhana membuatnya mudah diakses di HP, dan nggak membuang pulsa banyak, dibanding FS. Saya sendiri merasa lebih punya ikatan batin lebih kuat dengan teman-teman saya, dengan account FB yang saya buat, dibanding dengan FS. Satu-satunya yang membuat saya kurang nyaman di FB adalah applications invitation yang terlalu banyak, kuis ini, kuis itu, game ini, game itu....

OK, mumpung sekarang narsis dan lebay nggak dilarang, silahkan saja mengikuti tren ini, apalagi kalau bisa memberikan informasi yang berguna juga buat yang lainnya, nggak ada salahnya kan??!

There are no accidents

2 komentar
Bukan suatu kebetulan jika saya tanpa sengaja membaca catatan harian milik karyawan lama di kantor saya yang seharusnya tidak ditulis di buku kantor yang milik publik (akibatnya, saya menemukan nya dan membacanya)… Mbak Anik, sebutlah nama nya begitu, menulis tentang ajaran tentang kebetulan yang ada di Kungfu Panda. Ajaran moral dalam judul posting ini. Mbak Anik kemudian bercerita tentang betapa ‘kebetulannya’ saat itu mau nonton film animasi yang biasanya dia hindari. Suatu ‘kebetulan’ yang ternyata membuat dia memberi judul pada tulisannya “Anik ada bukan karena kebetulan” (Hmm, krisis pede ternyata bukan hanya milik saya wink ).


Begitu saya membaca itu, saya jadi ingat peristiwa dua minggu lalu. Peristiwa sederhana, tapi cukup membuat saya sadar akan anugerahNYA yang telah DIA atur sedemikian rupa. Sabtu dua minggu lalu, saya sempat salah membaca tanggal tes di sebuah bank. Tes tulis Perbankan. Entah, karena saya begitu paniknya dengan tes dengan materi asing yang belum pernah saya coba sebelumnya (Hmm, berkali-kali ikut tes di berbagai bank, baru ini pengalaman pertama saya ikut tes tulis Perbankan), atau karena saya memang sedang jenuh-jenuhnya dengan keadaan psikologis saya yang sudah jadi pengangguran hampir setahun, maka Jumat malamnya, saya sudah prepare belajar tentang perbankan, googling materi perbankan, dan banyak menemukan materinya di sini. Setelah ngeprint, saya mencoba belajar materi-materi itu. Esoknya, untuk memastikan tanggal tesnya, saya membuka amplop pengumuman tes yang diberikan pihak bank pada saya. Dan, ternyata, tulisannya adalah hari Sabtu, 7 Februari 2009. Bukan Sabtu, 31 Januari 2009. Oo oo… itu kan masih seminggu yang lagi. Perasaan saya sedih malah saat itu. Saya ingin segera menyelesaikan segala tahapan tes ini. Agar segera bisa mengetahui jawaban tentang tahapan hidup saya yang satu itu.

Jumat, 6 Februari 2009, telepon rumah saya mati. Tak ada nada sambung sama sekali. Jadilah, nasib koneksi Speedy saya mati. Hhh..padahal saya besok pagi harus tes tulis perbankan. Ya, saya baru sadar atas jadwal yang telah Allah atur untuk saya. Terima kasih, Allah…untunglah saya sempat salah tanggal minggu lalu, sehingga saya sudah menyiapkan semua materinya. Dan Alhamdulillah, materi tes juga banyak diambil dari website yang sama. Saya yang seminggu sebelumnya menertawakan ketololan diri saya sendiri, sekarang malah sangat bersyukur atas ketololan saya tersebut. Pasti bukan suatu kebetulan kalau saya salah baca tanggal tes, dan telepon rumah saya tiba-tiba mati.

Contoh lain, sudah menjadi rahasia publik jika proses rekrutmen di hampir semua perusahaan pasti ada ‘titipan’ nya. Mau dibikin setransparan mungkin, rasanya pasti akan selalu ada orang titipan di perusahaan tersebut. Berkali-kali ikut tes di berbagai perusahaan, saya sudah tak heran lagi dengan kejadian itu. Kasak-kusuk pasti selalu ada. Omongan negatif jika ada yang ketahuan ‘titipan orang dalam’ yang berhasil lolos, tak mungkin dihindari. Saya sendiri dulu juga suka sebal dengan orang-orang yang seperti itu, tapi sekarang saya makin percaya bahwa kalau memang itu jalan rezeki bagi mereka, ya memang sepantasnya mereka mendapatkan pekerjaan tersebut, walau dengan ‘jalan nitip’. Bukan suatu kebetulan, kalau punya kenalan, saudara ‘orang dalam’, jika memang jalan pintu rezeki mereka dari sana. Asal bukan pakai suap-menyuap, masih sekedar nepotisme, masih bisa dimaafkan, bagi saya. Karena ada bukti lain juga, bahwa ada beberapa teman saya yang ‘nitip’ ke suatu perusahaan, tapi nyatanya dia tidak diterima. Berarti memang bukan rezeki dia. Walau sudah ‘nitip, eh, masih gagal juga….

Bukan suatu kebetulan juga yang pasti, kalau saya baru diterima kerja setelah 9 bulan menganggur (Waks, lama ya??! ). Karena ternyata, Allah menunggu mental pekerja saya tumbuh terlebih dahulu. Hahahaa
….ya, saya bukan orang yang cukup rajin. Untuk pekerjaan rumah saja, saya mau mencuci seminggu sekali baju-baju saya yang saya anggap lumayan bagus, manually by myself, walau ada pembantu di rumah saya. Pekerjaan rumah lain? Yah, paling saya cuma merapikan, membersihkan, menyapu, mengepel kamar saya sendiri. Hahaha… Maka, bukan suatu kebetulan, kalau 2 bulan terakhir, pembantu saya itu harus pulang kampung dan resign selamanya, karena melahirkan anak pertamanya. Maka, jadilah 2 bulan terakhir ini, saya jadi “Pembantu Rumah Tangga” di rumah saya sendiri, selama saya masih menganggur. Lumayan, mental pekerja saya sudah mulai tumbuh. Sudah bukan mental Direktur lagi, mengutip apa yang sahabat saya katakan. Wis gelem soro (sudah mau susah).

Ya, semuanya memang sudah diatur. Tak ada yang kebetulan. Allah sudah punya jadwal, lengkap dengan detik, menit, dan jam nya apa dan kapan DIA akan berikan nikmat pada hamba NYA. Dan apa yang kita anggap terbaik bagi kita, belum tentu bagi Allah, tapi tidak sebaliknya. Semua akan tiba dan indah pada waktunya.

I love u so much, Allah…

02 Februari 2009

Dikejar atau mengejar mimpi?

3 komentar

Dikejar...

Mimpi...

Berlari....

Mengejar....

Mimpi....

Dikejar....

Berlari...

Mengejar...

Tak berhenti...

29 Januari 2009

Happy Wedding Anniversary, Dad 'n Mom!!!

3 komentar
Happy 25th Wedding Anniversary, Dad 'n Mom!!!
Semoga bisa pasangan yang sejati selamanya, selalu menjadi panutan bagi kami, dan makin sabar membimbing kami.
We love both of u .
Always be yours,

Dewi 'n Eggy
.

25 Januari 2009

CintaGilaCinta

3 komentar
Kusibak lagi rambutmu
Kukecup lagi keningmu
Kau cium lagi pipiku
Lalu…
Dan upacara cinta kita selalu berulang

Upacara-Karsono H. Saputra's
***

Aku terpana melihat ceritamu. Kamu tampak tenang. Seakan-akan itu cerita biasa. Kata demi kata ini meluncur dari bibirmu…

“Aku sudah nggak perawan lagi. Sejak SMA.” Hah? Perasaan kaget ini langsung muncul begitu kalimat itu kamu lontarkan. Kamu? Siapa yang nyangka? Pendiam, kalem. Tapi?

“Iya. Sama Andri . Mantanku. Dia yang memaksaku.”

Ah, kenapa, kamu mau? Kenapa kamu nggak nolak? Kenapa, kenapa….? ????????

Pertanyaan demi pertanyaan langsung mengelilingimu saat itu dari kami, sahabatmu.


***

“Aku juga sudah berhubungan badan dengan Putra. Dia selalu pakai alasan kalau aku kan dah nggak perawan lagi dari dulu, dan bukan salah dia.”

Bagai petir di siang bolong ketika aku mendengar itu. Aku pikir kamu akan belajar dari kesalahan yang lalu, teman…

“Tapi, aku mencintainya. Bukankan cinta harus saling memberi dan memiliki sepenuhnya?”

Duh, kamu sudah dibutakan cinta.

Aku rasa sudah cukup Putra, pacar barumu itu menyakitimu. Menyuruh kamu menuruti apa maunya. Jika tak ingin tindakan kasarnya melayang ditubuhmu. Yang semuanya berdasarkan alasan masa lalumu yang tidak sempurna baginya. Kesempurnaan perempuan versi laki-laki.

Tapi, kenapa dia melakukan itu juga padamu? Bukankah itu artinya kamu masuk ke dalam lubang yang sama kedua kalinya? Bukankah lingkaran ini akan berputar di poros yang sama lagi?

Harusnya berpikir ulang seribu kalinya lagi perlu dilakukan, karena kita, perempuan, yang akan selalu menanggung lebih banyak beban hilangnya kesucian ini. Tak perlu tahu apakah kamu subjek atau objek, bagi orang-orang di luar sana, kamu, perempuan, yang akan selalu dipersalahkan.

Lagipula, jika memang dia mencintaimu, bukankan harusnya dia menjagamu? Tidak lagi mempermainkanmu seperti yang sudah-sudah.

Jika dia mencintaimu, bukankah dia kan selalu bisa menerimamu apa adanya kamu? Walaupun, dengan kesalahan kelam di masa lalu?

Atau memang kamu telah dibuat gila oleh cinta yang tak berlogika?

Atau memang cinta, dan nafsu, tipis bedanya???

***
PS:
- Nama yang tertera bukan nama sebenarnyawink
- Sahabat saya itu berencana menikah tahun ini dengan Putra. Doakan semoga mereka bahagia ya smile

Hey, Perempuan, untuk siapa kau berdandan???

6 komentar
Pernah saya pergi ke Rusia sama suami. Pas di jalan, suami lihat cewek pakai rok pendek dan bot sedengkul. Karena dia suka, saya langsung diajak ke butik dan dibelikan rok serta bot yang sama. Meski disana dingin, saya tetep pakai. Daripada suami lirik perempuan lain."
Metropolis Weekend-Jawa Pos, 25 Januari 2009

***
Perasaan saya tergelitik begitu membaca serentetan kalimat di atas. Di sebuah surat kabar terbesar di Jawa Timur. Cerita tentang lima wanita bersuami. Wanita-wanita high end, dilihat dari tampang, cerita dan gaya hidup yang ada dalam tulisan itu. Topiknya : “Jaga Penampilan Biar tetap Disayang”. Topik legitimitasi kekuasaan laki-laki dalam media *sigh*.

***
Men act and women appear. Men look at women. Women watch themselves being looked at.
John Berger

Tapi, apa benar, sampai kini, perempuan, selalu berdandan karena laki-laki, bahkan untuk ‘menyelamatkan’ laki-laki yang dicintainya dari perempuan lain??? Sampai-sampai harus nggak nyaman dengan pakaiannya pun tetap dipaksakan?

“Meski disana dingin, saya tetep pakai. Daripada suami lirik perempuan lain”

Huh, kasian sekali, nasib mereka yang seperti itu sad...
***

Saya, perempuan, tidak munafik kalau tujuan berdandan sekali-kali adalah untuk ‘dilirik’ laki-laki. Tapi, itu bukan satu-satunya alasan saya untuk berdandan. Itu bonus buat saya.

Saya bahkan telah lupa kini sejak kapan saya berdandan karena sang pacar. Mungkin, karena sudah berpacaran lama, sehingga berdandan demi dia, sudah ada dalam daftar urutan terakhir resep untuk mempertahankan hubungan.

Berdandan, bagi saya, adalah kesenangan. Senang karena kulit saya jadi bersih. Melihat kapas putih yang kemudian menjadi coklat setelah dioleskan ke muka saya, membuat saya sangat legaaaa karena sang pembersih wajah ini sudah berhasil mengangkat debu-debu dan kotoran yang menempel ke wajah saya. Sama halnya jika saya lama di kamar mandi untuk rutinitas luluran. Ketika butiran scrub itu berhasil mengangkat kotoran yang ada di tubuh saya, saya amat sangat puas. Entah mengapa, saya bahkan merasa lega ketika banyak kotoran yang terangkat. Dibanding jika tak ada noda dalam kapas dan gosokan scrub.

Saya merasa bersih. Baru.

Berlama-lama di depan cermin, bagi saya, adalah rasa syukur. Bersyukur atas anugerah Tuhan atas keelokan raga yang diberikan Tuhan pada saya. Maka, saya ekspresikan dengan mencintai diri saya sendiri. Caranya, dengan menjaga penampilan. Mencoba oles sana-sini. Mencoba baju bagus ini itu. Pasang, copot sepatu ini itu. Bahkan, ketika tak ada satu pun yang melihatnya ketika saya berdandan, karena pintu kamar tertutup rapat, atau tak ada yang memujipun, saya merasa harus tetap mempercantik diri. Untuk diri saya sendiri. Karena ada kesenangan tersendiri disana. Ekspresi diri. Puas. Utuh. Nyaman menjadi diri yang sempurna. Bukan menjadi diri yang lain.

Ah, saya bahkan tak punya kata lagi. Yang pasti ini adalah bentuk kesenangan yang laki-laki tak pernah rasakan
cool.

Terbang

1 komentar

Raga,
Jiwaku,
melayang-layang di udara.
Hmm, nikmatnya...
JANGAAAN!!!
Aku tak mau terjatuh lagi.
Cukup, Tuhan!

24 Januari 2009

Mimpi

1 komentar

Mimpiku yang sempat hilang,
Tlah pulang.
Kutata.
Agar tak jatuh berserakan lagi.
Dan,
kan berubah jadi harap
kemudian,
N-Y-A-T-A
.NYATA.

J-E-N-D-E-L-A

0 komentar

Setiap kali,
kubuka jendela ini aku merasa senang.
Sekedar melihat alam lain di luar sana
Mengikuti gerak irama yang sedang terjadi.
Senyum, canda, tangis, marah.
Kumpul. Bebas.
Seperti yang lain.

Baru kemarin,
di hidupku,
kamu datang.
Memaksaku menutupnya.
Banyak pilihan indah di luar jendela, katamu.
Ku pilih satu diantara mereka. Meninggalkanmu.
Dalam mimpi buruk yang setia menghantuimu.

Percuma,
kubilang kamu keliru,
Ruang hatiku cuma ada kamu.
Kamu,
tetap tak mencoba percaya cintaku tak sedangkal itu.

Sia-sia,
kupaksa kamu pahamiku,
Hanya jendela ini yang membuatku utuh,
S-E-M-P-U-R-N-A.
Namun kamu tetap berdiri di atas ketakutanmu.

Kini,
aku masih memilih membuka jendela ini.
Diam. Terendap-endap. Di belakangmu.
Biarlah,
hanya ruang ini yang tersisa untukku.
Sebelum kamu benar-benar menguncinya.

Maafkanku.

22 Januari 2009

Buah ketidakdisipinan saya :-(

4 komentar

Apa-apaan ini????
Makanan lezat di depan mata hanya melayang-layang di angan.
Saya tak lapar!
Padahal,
jarum-jarum di dinding sudah melewati banyak angka
Memaksa saya untuk melahapnya?
Huh, malah bikin perut saya muak saja!

*Maag saya kambuh. Sore ini baru berencana ke dokter. Doakan saya ;-)

21 Januari 2009

Moto-moto: " The name's so nice, you say it twice :-D "

0 komentar
Sudah nonton Madagascar 2, kan? Saya sendiri sudah menontonnya dari satu bulan yang lalu. Tapi, beberapa hari ini, saya dan adik, menonton ulang hingga ketiga kali, setelah saya berhasil mendownloadnya ke komputer saya
(Ooppss...).


Menurut saya, the best performance di film ini adalah Moto-moto, pacar barunya Gloria (Setuju kanwink ?!) . Moto-moto, yeah.. arti dari namanya kira-kira 'hot-hot' evil , makanya harus diucapkan 2x lol.

Dari pertama kali nonton hingga ketiga kalinya nih, saya masih ketawa-ketawa liat adegan dia yang ini (Pake link aja ya, blog saya sudah 'berat' soalnya biggrin) plus nemu video klipnya juga disini. Tapi, sebenarnya saya lebih ketawa nggak berhenti-berhenti pas ndengerin lagu She Loves Me, pas adegan Moto-moto kencan sama Gloria. Hmm... Suaranya Will.i.am yang jadi voice talent nya plus yang nyanyiin OST nya juga nggak nahan bgt buat nggak bikin ketawa. Meskipun, sebenarnya adegan yang lucu ini juga bikin film ini agak kurang pantas ditonton ma anak-anak kecil .

Btw, ini lirik lagu She Loves Me:

She loves me
She loves my eyes
She loves me
She loves my eyes

Yeah, she loves my roundness
She loves my junkie
She love that I'm plumpy
She loves my heftiness
She loves my zestiness
She loves me resstlessly
She loves me forever
She love me cause she loves me

I love her roundness
I love that she's junky
I love that she's plumpy
I love her heftiness
I love her zestiness
I love her restlessly
I love her forever
I love her

La la la la la la,
love more and more
La la la la la la,
love more and more
La la la la la la,
love more and more
La la la la la la,
love more and more

Taken from here
PS: Setiap kali mendengarkan lagu ini, saya selalu terbayang-bayang betapa 'centilnya' Moto-moto

20 Januari 2009

D'second award

1 komentar
Nah, klo yang ini ada PR juga dari Wening, plus diiming-imingi award.

Rules :
1. Each blogger must post this rules
2. You need choose 10 people to be awarded and list their names
3. Don't forget to leave them comment, telling them they've been tagged and to read your blog


The questions are:
1. Ternyata hari ini
Badanku masih agak demam. Hiks...cry

2. Ternyata dia
Lebih baik jadi sahabat saja. Alhamdulillah, aku mantap memilih “kamu”, bukan dia

3. Ternyata temen2 ku
Baek dan perhatian. Seneng bgt sekarang bisa dapat temen baru lebih banyak. Mulai dari temen yang kenalan di tempat tes kerja (tapi tetep kontak2an), temen FB, temen ngeblog, temen nge-plurk…. Plus, nggak lupa sahabat-sahabat aku yang memang dah dari dulu baek ma aku. Thanks. How lucky I am...

4. Ternyata sekolah
Huhuhu3x…Pengin sekolah laghe. Enak sekolah daripada kerja, kayanya. Pengin bgt lanjut S2. Ada yang mau ngasih aku beasiswa???

5. Ternyata pacaran
Gak cuman seneng-seneng aja. Proses mengerti dan mengenal sifat pasangan itu yang paling penting dan paling susaaah…

6. Ternyata HTS itu
Waduh, nggak pernah HTS-an. Tapi, flirting boleh ya sekali-sekali. Asal tau batas aja…Wakakakwww

7. Ternyata semua cowok itu
Juga manusia (Ya iyaelah...). Gak semua cowok ‘kuat’, 'n playboy… Ada juga cowok yang ‘lemah’ perasaannya, dan gampang rapuh. Masih banyak cowok baek kok di dunia ini.

8. Ternyata semua cewek itu
Pengin dan doyan tampil cantik

9. Ternyata cinta itu

Bukan hanya jadi problem-nya anak muda yang lagi kasmaran dilanda cinta monyet, tapi juga bikin pusing pria dan wanita yang sudah menikah lama, atau sudah berumur..

10. Ternyata coklat itu
Enak. Apalagi Ferrero Rocher. Hmmmm…

11. Ternyata hidup itu
Ribet. Susah. Tapi, klo jalan kita bener, Insya Allah, akan selalu dimudahkan. Amien.

12. Ternyata keberuntungan itu
Keberuntungan itu tidak bisa ditebak kapan dan untuk siapa datangnya. Dan aku sedang menunggu keberuntungan itu datang padaku.

13. Ternyata mencintaimu itu
Tak sia-sia. Setelah beberapa tahun mengalami proses berliku, sudah terlihat ada hasilnya...

14. Ternyata menangis itu
Hobiku. Hahaha2. Gampang bgt nangis seh..

15. Ternyata berharap itu
Harus dengan doa dan usaha

Finally, dah selesai . Karena aku lagi baik hati nih, sama kaya PR sebelumnya, kali ini aku nggak forward ke siapa-siapa deh. Walaupun harus melanggar rules nya sekali-kali. Boleh kan?!

PR laghe...

1 komentar
Hmm..bebas dapet PR dari Theziehan dan Ebenk, ternyata dapat juga PR dari Fika aka Fiqel… Emank sudah tradisi dunia blog, ya udah aku ikhlas kok ngerjainnya. Nih, PR dah beberapa minggu nongkrong di waiting list. Hehehe. Its time 4 doing this homework….

(Btw, aku dah beberapa kali baca PR yang pertanyaannya kaya gini. Tapi, disertai gambar. Thanks God, aku kebagian yang gak usah pake gambar. Hihi2)

1. The age of next birthday ?
24 tahun. Tapi, masih kurang 11 bulan laghe, karena baru genap 23 tahun sebulan lalu.

2. A Place I’d like to travel ?
Japan. Pengin bgt kesana. Menikmati canggihnya teknologi disana. Pasti jadi kaya' orang blo'on deh.

3. A favorite place ?
Rumah. Sebagus-bagusnya tempat liburan, pasti bakal kangen balik ke rumah.

4. A favorite food ?
Bakso. Ya ampun, sampai heran, nih makanan kok udah murah, enak laghe. Nggak bosen-bosennya makan makanan yang satu ini.

5. A favorite thing ?
Barang-barang yang sudah lama bgt aku punya dari SD gak pernah ganti-ganti. Gelas ‘n piring Winnie The Pooh. Hehehe2.

6. A city I was born ?
Banyumas.
Daerah kabupaten di deket nya Purwokerto, Jawa Tengah. Tau Purwokerto nggak?? Itu tuh kampung halamannya Mayang Sari (huh, BT juga nih kota terkenal gara-gara gosip gak penting!!!)

7. A nick name I had ?
Dewi.

8. A favorite color ?
Absolutely, Pink

9. College major ?
Communication.

10. Name of my love ?
Just and only for him. Aang Chunaifi.

11. A hobby
Baru-baru ini, lagi keranjingan bgt ngeblog, chatting, donlot lagu. Huh… Klo hobby sejati sih blogger-emoticon.blogspot.com alias baca, 'n shopping...

12. A bad habbit
Males. Gimana ya cara ampuh ngilangin rasa males?? Hihi2.

13. Wish list
Jangka panjang :
Menikah. Punya anak. Kaya. Bisa mbahagiain ortu. Masuk surga. Amien.

Jangka pendek :

Kerja, kerja, kerja...

Jangka sangat pendek :
Bisa ngilangin kebiasaan ngabisin kuota Speedy padahal masih tanggal 5. Hahaha2. Plus mau naikkin berat badan laghe yang kemaren sudah turun 2 kg. Klo yang laen pengin kurus, aku malah pengin gemukan nih...

Jangka teramat sangat pendek :

Sembuh. Badanku agak demamblogger-emoticon.blogspot.com3 hari ini. Hiks…


Hmm.. seperti yang sudah-sudah harusnya sih, PR ini di-forward lagi. Tapi karena aku laghe baik hati dan tidak sombong nih, PR nya stop sampai di aku aja deh. Beruntungnya temen-temenku itu punya temen seperti aku ya...Hihi2
 

My PLayGround Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipietoon | All Image Presented by Online Journal


This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates